• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

10 Desa Belum Dialiri Listrik di Kabupaten TTS

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Petugas-PLN-Sedang-memasang-gardu-listrik-di-NTT

Petugas-PLN-Sedang-memasang-gardu-listrik-di-NTT

0
SHARES
1.3k
VIEWS

Sebanyak 10 desa belum dialiri listrik di Kabupaten TTS (Timor Tengah Selatan), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

10 Desa yang belum dialiri listrik itu berada di 7 keccamatan yakni Desa Haumenikabi di Kecamatan Amanuban Barat, Desa Fatuulan di Kecamatan Kie, Desa Nenas dan Desa Mutis di Kecamatan Fatumnasi.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Selanjutnya, Desa Laob di Kecamatan Polen, Desa Oeuban dan Desa Besana di Kecamatan Mollo Barat. Kemudian, Desa Poli dan Desa Naifatu di Kecamatan Santian, dan Desa Nunfutu di Kecamatan Fatukopa.

KatongNTT mendapatkan data Jumat, 20 Agustus 2021, bahwa ratusan warya masyarakat di 10 desa belum merasakan kehadiran listrik.

Tokoh adat, tokoh masyarakat, maupun pemerintah desa telah memohon perluasan jaringan listrik ke PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Soe.

Permohonan itu belum dapat direalisasikan. PLN beralasan jaringan listrik akan melintasi hutan negara. Sehingga perlu izin dari Kementerian Kehutanan terlebih dahulu.

“Harus ada izin dari Kementerian Kehutanan,” kata Samsudin, Manager PLN ULP Soe kepada KatongNTT di ruang kerjanya pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Samsudin melanjutkan, dari 268 desa di Kabupaten TTS, jumlah desa berlistrik PLN ada 245 desa. Lalu, desa berlistrik non PLN ada 23 desa.

Usulan perluasan jaringan ke desa-desa menurut Samsudin, sudah diusulkan setiap PLN Unit.

Akan tetapi, anggaran yang terbatas sehingga setiap usulan membutuhkan waktu untuk realisasi.

“Perluasan listrik ke desa-desa itu menjadi prioritas. Namun juga tergantung anggaran,” ujarnya.

Samsudin yang mengaku baru menjabat sebagai manager PLN ULP Soe ini membenarkan masih banyak dusun yang belum menikmati listrik, walaupun di desa sudah ada jaringan listrik.

Samsudin mengaku belum mendata berapa banyak dusun yang belum dialiri listrik di TTS.

Menurut Samsudin, PLN Unit Layanan Pelanggan hanya mengusulkan ke Unit Pelayanan Kupang tentang pemasangan jaringan listrik. Dari usulan itu akan dilakukan pemetaan dan penetapkan anggaran sesuai usulan masing-masing PLN ULP di Kabupaten.

Samsudin juga mengaku tidak tahu besaran anggaran untuk perluasan jaringan listrik di TTS. Dia beralasan besaran anggaran ditetapkan oleh PLN Wilayah Kupang.

Dia kemudian mengimbau masyarakat agar tidak percaya pada orang yang menawarkan bantuan dengan meminta uang agar desa mereka dialiri listrik.

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik , Samsudin menyarankan untuk mendaftar melalui aplikasi mobile PLN. Permohonan akan terdaftar secara otomatis dalam sistem PLN dan segera diproses. (Gi)

Tags: #Desabelumdialirilistrik#hutannegara#Kabupatentts#Listrik#PTPLN
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati