3.982 Gempa Menerjang NTT Selama 2022

Rumah satu warga di Amarasi Selatan yang runtuh akibat gempa bumi pada 20 November 2022 (Dok. BPBD Kab. Kupang)

Rumah satu warga di Amarasi Selatan yang runtuh akibat gempa bumi pada 20 November 2022 (Dok. BPBD Kab. Kupang)

Kupang – Sebanyak 3.982 gempa menerjang NTT sepanjang tahun 2022.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika NTT mencatat 51 gempa dirasakan di NTT. Satu kejadian gempa bersifat merusak.

Hal ini dikatakan Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Margiono pada Kamis, 5/1/2023.

Baca Juga: 10 Gempa Terkuat di November 2022

Sebagian besar gempa yang tercatat BMKG berkekuatan kecil, yaitu di bawah Magnitudo (M) 4.

“Sebanyak 3.715 kejadian berkekuatan kecil. Dan berkedalaman dangkal lebih kecil dari 60 km sebanyak 3.236 kejadian,” jelas Margiono dalam konferensi pers di Aula BMKG NTT.

Frekuensi kejadian gempa bulanan paling tinggi terjadi di Februari 2022. Yakni sebanyak 668 kejadian.

Kabupaten Manggarai mengalami gempa terbanyak atau sebanyak 639 gempa.

“Yang mana dalam sehari bisa 8-12 gempa lokal terjadi,” katanya.

Margiono, Kepala Stasiun Geofisika Kupang memaparkan informasi terkait data gempa di NTT selama 2022 (Ruth-KatongNTT)
Margiono, Kepala Stasiun Geofisika Kupang memaparkan informasi terkait data gempa di NTT selama 2022 (Ruth-KatongNTT)

Satu gempa yang merusak terjadi di
Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Berkekuatan M 5.5. Gempa ini terjadi pada 20 – 22 November 2022 pada jam 21.49 WITA dengan kedalaman 49 km di laut.

Gempa di Amarasi Selatan mengakibatkan kurang lebih 30 rumah warga rusak. Dan di Amarasi sebanyak empat rumah.

Hingga 25/12/2022, terjadi 21 gempa susulan berkekuatan terkecil M 2.4, dan terbesar M 4.

Walau kebanyakan gempa di NTT didominasi berkekuatan kecil, namun Margiono menegaskan untuk selalu waspada. Oleh karena gempa jadi salah satu pemicu terjadinya tsunami.

“Tsunami bisa terjadi kalau bentuk patahan di dasar laut harus vertikal dengan kekuatan di atas M 7. Lalu terjadi di laut dengan kedalaman di atas 40 km,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk paham akan mitigasi bencana.

Baca Juga: Ada Potensi Tsunami di NTT, Mitigasi Daerah Rawan Perlu Diperkuat

Dengan melindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan. Lari keluar ruangan jika masih bisa.

Jika di luar ruangan segera menghindari bangunan.

Jika sedang dalam kendaran segera turun dan jauhi kendaraan jika terjadi retakan tanah. Dan jika berada di pantai, segera berlari ke daerah yang lebih tinggi.

Jika berada di area pegunungan, hindari daerah yang berpotensi terjadi longsor. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *