3 Fakta Penting dari Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

Ilustrasi buron

ilustrasi Buron

Indonesia dan Singapura telah menandatangani Perjanjian Ekstradisi. Perjanjian ini untuk mencegah sekaligus memberangus 3 kejahatan utama yakni korupsi, perdagangan narkoba, dan terorisme.

Apa yang dimaksud dengan perjanjian ekstradisi?
Perjanjian antar dua negara untuk menyerahkan pelaku kejahatan di negara yang mengikat perjanjian untuk dituntut dan diadili di negara asal pelaku.

Buku Hukum tentang Ekstradisi yang ditulis pakar hukum pidana Romli Atmasasmita menyebutkan, ekstradisi adalah proses formal di mana pelaku kejahatan diserahkan kepada suatu negara tempat kejahatan dilakukan. Pelaku kemudian diadili atau menjalani hukuman.

Perjanjian ekstradisi dilandasi prinsip resiprositas (hubungan timbal balik yang sama), comity, dan saling menghargai perbedaan yuridiksi dan sistem hukum.

Hal ini untuk meningkatkan kerjasama internasional dan memperkuat pemberlakuan hukum nasional ke luar batas teritorial.

Apa fakta penting dari Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura?

  1. Kedua negara sepakat perjanjian ini memberlakukan masa retroaktif selama 18 tahun sejak perjanjian diundangkan. Jadi, perjanjian ini menjangkau kejahatan yang dilakukan 18 tahun lalu.

    Penjahat warga Indonesia yang berstatus buron dan bersembunyi di Singapura untuk kejahatan yang dilakukan 18 tahun lalu, akan dapat dibawa pulang untuk dituntut dan diadili.

    Begitu juga sebaliknya, jika ada warga Singapura melakukan kejahatan dan bersembunyi di Indonesia, maka dia dapat dikembalikan ke negaranya. Pelaku kemudian diadili dan dihukum.
  1. Buron Indonesia yang mengubah kewarganegaran misalnya menjadi warga Singapura, maka dia akan diadili sebagai warga Indonesia. Sehingga dia dapat dipulangkan untuk diadili di sini. Begitu juga sebaliknya dengan pelaku kejahatan warga Singapura.
  2. Ada 31 jenis kejahatan yang diatur dalam perjanjian ini sehingga seorang pelaku kejahatan dapat dipulangkan untuk diadili di negaranya.

Perjanjian Ekstradisi ini akan membuat aparat hukum lebih mudah membawa pulang para pelaku kejahatan yang buron dan bersembunyi, baik di Indonesia maupun Singapura.

Selama ini Singapura disebut sebagai surga bagi buron asal Indonesia untuk menghindari hukuman. Mereka juga diduga menyembunyikan aset dan kekayaan hasil kejahatan di Singapura. (Perpustakaan MA/k-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *