Alasan Sarah Gilbert Lepaskan Hak Paten Vaksin AZ

Gilbert, vaksinologi di Institut Jenner Universitas Oxford, Inggris dengan sukarela melepaskan hak patennya supaya harga vaksin AZ terjangkau

Dame Sarah Gilbert, penemu vaksin AstraZaneca atau vaksin AZ. (Heraldscotland.com)

Dame Sarah Gilbert, penemu vaksin AstraZaneca atau vaksin AZ. (Heraldscotland.com)

Dame Sarah Gilbert membuat kejutan kepada dunia dengan melepaskan hak patennya terhadap vaksin AstraZaneca atau vaksin AZ. Keputusan perempuan ini mengingatkan kita pada debat panas rencana pemerintah memberlakukan vaksin berbayar dengan harga mahal.

Gilbert, vaksinologi di Institut Jenner Universitas Oxford, Inggris dengan sukarela melepaskan hak patennya supaya harga vaksin AZ terjangkau semua orang.

Gilbert tidak tergiur dengan uang jutaan atau miliaran rupiah yang diperolehnya dari penjualan vaksin AZ.

Di Amerika Serikat, vaksin AZ dijual seharga sekitar 2 atau 3 dollar AS atau setara Rp 30 ribu. Uang itu hanya untuk mengganti biaya produksi vaksin AZ

Vaksin ini sempat mendapat publikasi buruk karena harganya yang murah, namun kemudian masyarakat dunia tahu penyebab harga vaksin AZ murah. Gilbert tidak mau serakah atas penemuannya bersama beberapa rekannya sesama ahli vaksin di Inggris.

Gilbert mengutamakan keselamatan umat manusia dari situasi yang semakin buruk jika vaksin tidak segera didistribusikan ke seluruh dunia.

“Mereka (vaksin) dibutuhkan di negara ini dan mereka dibutuhkan di seluruh dunia juga,” kata Gilbert seperti dikutip dari Heraldcotland.com, 17 Juli 2021.

“Dan sesungguhnya melakukan vaksinasi di seluruh dunia merupakan cara terbaik untuk melindungi kita,” ujarnya.

“Karena jika kita tidak melakukannya, lalu akan meningkatkan varian-varian baru, maka kita tidak akan pernah lagi kembali ke situasi normal,” kata Gilbert.

Our World In Data pada Selasa pekan lalu menyebutkan, hanya 1 persen masyarakat berpendapatan rendah di berbagai negara yang telah menerima vaksin tahap pertama. Bandingkan dengan 50 persen masyarakat berpendapatan tinggi .

Dan hari ini, media berita maupun media sosial di Indonesia ramai-ramai memberitakan tentang kemurahan hati penemu vaksin AZ itu yang menerima tepuk tangan penuh hormat di lapangan tenis Wimbledon pada 28 Juni 2021.

Saat itu pembukaan kejuaraan tenis bergengsi dunia dan Dame Sarah Gilbert dihadirkan sebagai wujud penghormatan atas kemanusiaan yang dia utamakan. Pandemi Covid-19 telah membuat semua negara di dunia terpuruk. (Rita Hasugian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *