• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Inspirator

Alasan Sarah Gilbert Lepaskan Hak Paten Vaksin AZ

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Inspirator
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dame Sarah Gilbert, penemu vaksin AstraZaneca atau vaksin AZ. (Heraldscotland.com)

Dame Sarah Gilbert, penemu vaksin AstraZaneca atau vaksin AZ. (Heraldscotland.com)

0
SHARES
298
VIEWS

Dame Sarah Gilbert membuat kejutan kepada dunia dengan melepaskan hak patennya terhadap vaksin AstraZaneca atau vaksin AZ. Keputusan perempuan ini mengingatkan kita pada debat panas rencana pemerintah memberlakukan vaksin berbayar dengan harga mahal.

Gilbert, vaksinologi di Institut Jenner Universitas Oxford, Inggris dengan sukarela melepaskan hak patennya supaya harga vaksin AZ terjangkau semua orang.

BacaJuga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

15 Mei 2025
Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

18 Oktober 2024

Gilbert tidak tergiur dengan uang jutaan atau miliaran rupiah yang diperolehnya dari penjualan vaksin AZ.

Di Amerika Serikat, vaksin AZ dijual seharga sekitar 2 atau 3 dollar AS atau setara Rp 30 ribu. Uang itu hanya untuk mengganti biaya produksi vaksin AZ

Vaksin ini sempat mendapat publikasi buruk karena harganya yang murah, namun kemudian masyarakat dunia tahu penyebab harga vaksin AZ murah. Gilbert tidak mau serakah atas penemuannya bersama beberapa rekannya sesama ahli vaksin di Inggris.

Gilbert mengutamakan keselamatan umat manusia dari situasi yang semakin buruk jika vaksin tidak segera didistribusikan ke seluruh dunia.

“Mereka (vaksin) dibutuhkan di negara ini dan mereka dibutuhkan di seluruh dunia juga,” kata Gilbert seperti dikutip dari Heraldcotland.com, 17 Juli 2021.

“Dan sesungguhnya melakukan vaksinasi di seluruh dunia merupakan cara terbaik untuk melindungi kita,” ujarnya.

“Karena jika kita tidak melakukannya, lalu akan meningkatkan varian-varian baru, maka kita tidak akan pernah lagi kembali ke situasi normal,” kata Gilbert.

Our World In Data pada Selasa pekan lalu menyebutkan, hanya 1 persen masyarakat berpendapatan rendah di berbagai negara yang telah menerima vaksin tahap pertama. Bandingkan dengan 50 persen masyarakat berpendapatan tinggi .

Dan hari ini, media berita maupun media sosial di Indonesia ramai-ramai memberitakan tentang kemurahan hati penemu vaksin AZ itu yang menerima tepuk tangan penuh hormat di lapangan tenis Wimbledon pada 28 Juni 2021.

Saat itu pembukaan kejuaraan tenis bergengsi dunia dan Dame Sarah Gilbert dihadirkan sebagai wujud penghormatan atas kemanusiaan yang dia utamakan. Pandemi Covid-19 telah membuat semua negara di dunia terpuruk. (Rita Hasugian)

Tags: #AstraZaneca#Damesarahgilbert#hakpaten#vaksin
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

by PriyaHusada
15 Mei 2025
0

Dari laboratorium sunyi di Brasil, Hungria memimpin revolusi pertanian yang tak hanya menyelamatkan petani, tapi juga membuka jalan bagi cara...

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

by KatongNTT
18 Oktober 2024
0

Ruteng – Berbagai suku cadang sepeda motor terpajang apik di rak kayu di bengkel yang terletak persis di sisi barat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati