• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Banyak PMI Ilegal, Cuma 3 Ribu Pekerja NTT Terdata di KRI Tawau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Banyak PMI Ilegal, Cuma 3 Ribu Pekerja NTT Terdata di KRI Tawau
0
SHARES
120
VIEWS

Kupang – Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau, Malaysia, menyebut hanya 3 ribu lebih pekerja asal NTT yang resmi bekerja di wilayah mereka.

Sisanya adalah pekerja tidak resmi atau non prosedural dan tidak terdata di KRI Tawau. Jumlah pekerja non prosedural ini diperkirakan dua kali lebih banyak daripada yang terdata secara resmi.

BacaJuga

Rumput laut milik nelayan desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026
Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

27 Desember 2025

“Dalam sistem kami terdapat sekitar 3.709 yang berasal dari Nusa Tenggara Timur yang bekerja di wilayah kerja Konsulat RI di Tawau,” papar Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KRI Tawau, Calderon Dalimunthe, Selasa 21 November 2023.

Baca juga : Malaysia Tangkap 32 Warga NTT Langgar Batas Negara, Kasus Tertinggi di 2023

Wilayah kerja KRI Tawau sendiri meliputi 5 distrik yaitu Tawau, Kalabakan, Kunak, Lahad Batu dan Semporna. KRI Tawau sendiri paling dekat dengan Ibu Kota Negara Nusantara.

Calderon dalam kegiatan yang digelar BP2MI di Hotel Harper Kupang itu juga menggambarkan sektor pekerjaan PMI di wilayah kerja KRI Tawau.

Selama 5 tahun belakangan ini jumlah seluruh PMI di wilayah KRI Tawau mencapai 172.167 yaitu 99.622 ribu adalah pria dan 72.545 wanita.

Baca juga : Orang NTT Pilih ke Malaysia Meski Diupah Sangat Murah

“PMI tidak resmi jumlahnya bisa dua kali lipat atau lebih. Ini gambaran saja dan paling banyak di daerah Tawau dan Kalabakan,” tambah Calderon.

Berdasarkan total pekerja Indonesia yang bekerja secara resmi per distriknya ini, sekitar 48 persennya atau 82.295 orang bekerja di Tawau dan Kalabakan.

Sementara 34,5 persen atau 59.397 orang bekerja di Lahab Datu, 10,3 persen atau 17.733 pekerja Indonesia di Kunak, dan 7,4 persen atau 12.742 pekerja di Semporna.

Para pekerja ini pun paling banyak bekerja di ladang kelapa sawit dan paling sedikit sebagai pekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pekerja konstruksi.

Baca juga : Penjual Orang di Malaka Punya Bos di Malaysia

Datanya menyebut ada 78,9 persen pekerja di ladang sawit, 14,3 persen bekerja di pabrik atau kilang, 2,7 persen bekerja di sektor domestik atau rumah tangga, 2,6 persen bekerja di sektor jasa dan hanya 1,4 persen bekerja di sektor konstruksi.

“Pekerja di ladang pun ada yang non prosedural,” tambah dia.

Ia juga memaparkan banyaknya jalur penetrasi yang mungkin dilalui PMI non prosedural dan sering kali dihadapi setiap tahunnya oleh KRI Tawau. ***

Tags: #KonsulatRIdiTawau#KRITawau#pekerjamigranilegalNTT#pekerjaNTTdikebunsawit#pmiilegal#PMIilegaldiMalaysia
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Rumput laut milik nelayan desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

by Rita Hasugian
27 Desember 2025
0

Kupang – Marselinus Seke menahan rasa sakit pada kedua kakinya yang bengkak setiap kali melangkah. Kulit kakinya melepuh,  mengeluarkan cairan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati