BMKG Ingatkan Potensi Tinggi Gelombang 5 Meter di NTT

Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengimbau warga mewaspadai potensi gelombang tinggi yang mencapai 5 meter di perairan Samudera Hindia Selatan Sumba – Sabu.

Peringatan dini tersebut berlaku 24 jam mulai Selasa (24/5/2022) pukul 8.00 WITA sampai Rabu (25/5/2022) pukul 8.00 WITA.

Tinggi gelombang tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran kapal besar atau kapal kargo, dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot.

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi di NTT Capai 3 Meter

Potensi tinggi gelombang 2,5 meter sampai 4 meter diperkirakan terjadi di perairan selat Sape bagian selatan, selat Sumba bagian barat dan laut Sawu. Kondisi yang sama berpeluang terjadi juga di perairan Selatan Kupang – Rote dan Samudera Hindia Selatan Kupang – Rote.

Selanjutnya di perairan selat Alor – Pantar, Selat Ombai dan perairan Utara Kupang – Rote berpotensi terjadi tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter.

Pola angin di wilayah Indonesia utara dominan bergerak dari Timur Laut – Timur dengan kecepatan angin berkisar 5-15 knot. Di wilayah selatan Indonesia, angin dominan bergerak dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 5-20 knot.

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pesisir yang disebutkan diatas diminta untuk selalu waspada.

Baca juga: Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan di NTT

Selain itu, Stasiun Meteorologi El Tari Kupang juga mengeluarkan peringatan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT. Hasil analisis BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah pulau Timor masuk kategori merah atau rentan terbakar. Kondisi ini dapat terjadi akibat alang-alang dan dedaunan yang menutupi lantai tanah dalam keadaan sangat kering sehingga mudah untuk terbakar.

Kondisi yang sama juga terjadi di seluruh wilayah pulau Rote, Sabu Raijua dan sebagian besar Pulau Sumba. Sebagian Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Sikka, Flores Timur, Ngada dan Nagekeo juga berada dalam kondisi sangat rentan terbakar.

Wilayah lain di daratan Flores, Sumba dan Timor berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan dengan kategori mudah terbakar.[Joe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *