• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Cara Anak Muda NTT Memaknai Pancasila dan Ajakan Jokowi

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Andreas Nahak Bria, siswa Seminari Menengah Lalian, Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT sedang melukis Garuda Pancasila di sela libur nasional memperingati Hari Kelahiran Pancasial Rabu, 1 Juni 2022. (Dok Seminari Lalian)

Andreas Nahak Bria, siswa Seminari Menengah Lalian, Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT sedang melukis Garuda Pancasila di sela libur nasional memperingati Hari Kelahiran Pancasial Rabu, 1 Juni 2022. (Dok Seminari Lalian)

0
SHARES
99
VIEWS

Kupang-Seorang siswa Seminari Lalian di Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT menorehkan kuas terakhirnya pada lukisan Garuda Pancasila pada Rabu siang, 1 Juni 2022. Kain kanvas berukuran 1×1 meter yang memuat lukisan Garuda Pancasila warna keemasan siap dipajang di ruang Pendopo Agung.

“Saya dan seorang teman melukis Garuda Pancasila ini. Sekitar 2 jam untuk melukisnya,” kata Andreas Nahak Bria, 19 tahun kepada KatongNTT.com.

BacaJuga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

15 Agustus 2026
Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

8 Juli 2026

Hari libur nasional memperingati Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan Andreas dan siswa-siswa di Seminari Lalian untuk melakukan kegiatan bermanfaat.

“Yang terbayang rasa nasionalisme saat saya melukis Garuda Pancasila,” ujar Andreas.

Carolus Anunut, 17 tahun yang bersama Andreas melukis Garuda Pancasila menuturkan, dirinya berusaha melukisnya agar sesuai dengan aslinya. Dia bermaksud menghormati orang yang memiliki ide Garuda Pancasila.

Dia kemudian menjelaskan, dalam keseharian nilai-nilai Pancasila itu dia terapkan kepada teman-teman, guru dan karyawan di Seminari Lalian.

“Yang paling saya rasakan adalah penerapan sila kelima, Keadilan Sosial karena kami dipersatukan dari berbagai asal daerah, berbeda adat dan budaya, bahasa pun berbeda,” kata Carolus.

Sedangkan Andreas dalam keseharian sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia dimaknai dengan saling membantu dan memotivasi dalam susah maupun senang.

“Kami saling berbagi dan bergotong royong,” ujar Andreas.

Selain itu keduanya menilai perilaku pemalas, tidak disiplin waktu, tidak jujur bukan cerminan dari orang yang menghormati Pancasila. Dan akibatnya negara ini tidak akan menjadi negara maju.

, Andreas Nahak Bria (kaus putih garis hitam) dan Carolus Anunut (Kaus oranye), siswa Seminari Lalian di Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT dengan lukisan Garuda Pancasila di ruang Pendopo Agung, Rabu, 1 Juni 2022. (Dok. Seminari Lalian)

Beberapa warga Kota Kupang yang ditemui KatongNTT.com menjelaskan, Pancasila sebagai dasar negara yang mutlak dengan fungsi mempersatukan keberagaman yang ada di bumi pertiwi ini.

Epa, pelaku UMKM Se’i ikan di Kota Kupang bersyukur atas keberadaan Pancasila.

“Kita bersatu sampai hari ini karena Pancasila,”kata Epa saat ditemui di tempat kerjanya.

“Pancasila itu mempersatukan seluruh etnis, agama, suku bangsa. Saya rasa Pancasila sudah genap dan terbaik untuk mempersatukan,”              sambungnya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Kenegaraan Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila Kabupaten Ende mengajak anak muda bangsa untuk membumikan Pancasila.

“Dari Kota Ende, saya mengajak seluruh anak bangsa di mana pun berada untuk bersama-sama membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Presiden Jokowi, Rabu pagi, 1 Juni 2022.

Presiden menyebut Pancasila bukan hanya mempersatukan masyarakat, melainkan menjadi bintang penuntun ketika bangsa menghadapi ujian. Hal itu telah dibuktikan berkali-kali dalam perjalanan sejarah bangsa dan negara. Karena masyarakat berlandaskan Pancasila.

Presiden pun meminta agar ada implementasi tata kelola pemerintahan yang menjiwai interaksi sesama anak bangsa.

“Inilah tugas kita bersama. Tugas seluruh komponen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang bekerja, yang dirasakan kehadirannya dan manfaatnya bagi seluruh tumpah darah,” ujar Presiden. (Ruth/Rita Hasugian/Antara)

Tags: #GarudaPancasila#harilahirpancasila#Presidenjokowi#SeminariLalian
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

by Rita Hasugian
15 Agustus 2026
0

“Kami ndak beli bahan makanan. Hasil ladang ini cukup untuk setahun,” kata Suwandang (51). Akhir Juni lalu, rumahnya ramai. Warga...

Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

by KatongNTT
8 Juli 2026
0

 KatongNTT – Aktivitas proyek panas bumi di Bondowoso (Jawa Timur), Mandailing Natal (Sumatera Utara), dan Ngada (Nusa Tenggara Timur)  telah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati