Cara RSUD Soe Jaga Stok Tabung Oksigen

Stok oksigen RSUD Soe aman karena sudah memiliki mesin produksi oksigen sendiri.

RSUD Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan. (Gi)

RSUD Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan. (Gi)

Tabung oksigen untuk pasien Covid-19 menjadi rebutan karena terbatasnya stok, sehingga RSUD Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan, pun sempat kesulitan tabung oksigen karena mesin produksi terganggu.

Setelah mesin produksi oksigen kembali beroperasi pada 12 Maret 2021, Rumah Sakit Umum Daerah Soe mengklaim stok tabung oksigen aman.

Toko Mubatar Soe menjadi pemasok tabung oksigen ke RSUD Soe selama mesin produksi oksigen belum pulih. Menurut pemilik toko, Aci Hellen, RSUD Soe membeli puluhan tabung oksigen.

Toko ini juga melayani pembelian dari masyarakat atau bengkel las, hanya saja jumlahnya sedikit.

Direktur RSUD Soe, Ria Tahun kepada KatongNTT membenarkan sebelum mesin produksi beroperasi, kebutuhan oksigen bagi pasien dibeli dari perusahaan milik Hellen.

Pengadaan oksigen di RSUD Soe per hari, menurut Ria, mencapai 10 tabung oksigen dengan harga Rp 285.000 per tabung sudah termasuk PPH PPN.

Sejak mesin pulih, produksi oksigen di RSUD Soe per hari mencapai 20 sampai 40 tabung. Masing-masing tabung berukuran 2.000 liter. Dari jumlah produksi tersebut didistribusi ke setiap ruangan pasien mencapai 22 tabung. Stok oksigen di gudang rumah sakit itu sebanyak 32 tabung dan tabung kosong sebanyak 16 tabung.

“Bisa produksi sampai 40 tabung per hari, tapi saat ini kami hanya produksi 20 tabung oksigen berukuran 2.000 liter,” kata Ria.

Menurut Ria, stok oksigen RSUD Soe aman karena sudah memiliki mesin produksi oksigen sendiri.

Hllen menjelaskan, stok tabung oksigen masih stabil mencapai 50 tabung oksigen.

“Oksigen masih aman dan stok yang ada sebanyak 50 tabung,” katanya.

Dia mengaku tokonya belum memiliki mesin produksi oksigen. Tabung dipasok dari Kupang seharga Rp 250 ribu per tabung tanpa PPH PPN. Dia juga tidak mengetahui volumenya.

“Kami biasanya pengadaan dari Kupang karena kami belum punya mesin produksi. Namun, kami tidak tahu berapa ukurannya, kami hanya menjual,” ujarnya. (Gi/Rita Hasugian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *