• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Dana Ganti Rugi Montara ke Nelayan NTT Rp 2 T Diurus Koperasi, Ini Prioritas Penggunaannya

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
747
VIEWS

Jakarta – Para nelayan dan pembudidaya rumput laut di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya mendapatkan ganti rugi akibat pencemaran di Laut Timor. Mekanisme yang dipakai melalui koperasi dan dana diprioritaskan untuk pendidikan dan kesehatan.

Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tani pada Sabtu (26/11/2022) mengatakan, pendekatan melalui koperasi itu agar tidak semua dana digunakan dan akhirnya habis. Namun, akan dibuat alokasinya sehingga ada yang langsung diterima dan dikelola melalui koperasi.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

“Prioritas untuk pendidikan dan kesehatan sehingga bermanfaat untuk jangka panjang. Jadi tidak semua dana langsung diterima,” ujar Ferdi kepada KatongNTT.com.

Baca juga: Saksi Tragedi Montara 2009 Meninggal, Nasib 15.000 Nelayan Makin Kabur

Seperti diketahui, perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Thailand, PTT Exploration and Production (PTTEP) setuju membayar ganti rugi pencemaran Rp 2 triliun (192,5 juta dolar Australia). Ini merupakan kompensasi atas tumpahan migas dari ladang Montara di Laut Timor yang merembes hingga ke perairan NTT pada Agustus 2009.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (24/11/2022), mengatakan perlunya dana ganti rugi Montara kepada nelayan NTT dikelola koperasi.

Koperasi tersebut mengatur distribusi uang kompensasi agar diterima dengan baik oleh petani rumput laut dan nelayan di NTT.

“Saya usul dibuatkan koperasi buat nelayan dan dikelola secara profesional, dan jangan sampai uangnya hilang,” jelas Luhut.

Baca juga: Ganti Rugi Pencemaran Laut Timor, Rp 2 Triliun untuk Nelayan dan Petani Rumput Laut

Dana kompensasi Montara akan dibayarkan pada Maret 2023 yang diberikan kepada 15 ribu nelayan dan petani rumput laut di NTT. Adapun dana yang disalurkan juga diharapkan menjadi modal usaha, membuat atau memperbaiki perahu nelayan.

“Nanti kita mengusulkan pada rakyat itu berapa modalnya lalu apa saja kegiatanya,” ujarnya.

Sebagai informasi, jika dana sekitar Rp 2 triliun dibagi merata kepada 15 ribu nelayan dan pembudidaya rumput laut, maka rata-rata setiap nelayan mendapatkan Rp 70 juta. Namun, pembagian tersebut disesuaikan dengan data yang selama ini pernah dikumpulkan. Jadi disesuaikan dengan tingkatan dan dampak yang menimpa para korban tersebut.

Baca juga: 6 Fakta Ini Bukti Partisipasi Warga NTT terhadap Koperasi Kredit Tertinggi di Indonesia

“Tentu akan ada verifikasi lagi dan semua dilakukan secara professional,” ujar Tanoni yang sering melakukan advokasi soal Pulau Pasir di Laut Timor. [K-02]

Tags: #Koperasi#LuhutBinsarPanjaitan#MenkoMarinves#MinyakdanGasBumi#NelayanNTT#PencemaranLautTimor#PTT Exploration and Production#rumputlautNTT#YayasanPeduliTimorBaratMontara
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati