• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, September 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Enam Unsur Dongkrak Kerajinan NTT ke Pasar Internasional

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Yustin Sadji, salah satu pelaku UMKM NTT, pengrajin kerajnan tenun dan anyaman dari Kabupaten Kupang (Ruth-KatongNTT)

Yustin Sadji, salah satu pelaku UMKM NTT, pengrajin kerajnan tenun dan anyaman dari Kabupaten Kupang (Ruth-KatongNTT)

0
SHARES
325
VIEWS

Kupang – Prieyo Pratomo, Executive Advisor Indonesian Furniture Industry & Handicrafts Association (ASMINDO) menyatakan, produk kerajinan dengan sentuhan seni dan budaya tradisional digemari dalam sajian eksklusif.

Kerajinan antik yang direproduksi dengan penyajian khusus, disertai penjelasan sejarah tentang produk menjadi peluang untuk menembus pasar Internasional.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Hal ini perlu diperhatikan oleh para pelaku kerajinan di Indonesia, termasuk NTT. Namun, Prieyo menjelaskan, produk kerajinan harus pula inovatif. Bila tak ingin produk kerajinannya tersimpan begitu saja. Harus punya fungsi di kehidupan sehari-hari.

“Kerajinan boleh berangkat dari tradisi. Tapi harus inovasi terus. Sesuaikan dengan zaman dan pasarnya,” jelasnya dalam Sosialisasi Dekranas Award & World Craft Council Award of Excelent for Handicraft (WWC AoE).

Baca Juga: Jatuh Bangun Yustin Sadji, Eks Pengungsi Timtim Merawat UMKM Mindari

Lebih lanjut ia mengatakan, produk tonjolan dari NTT adalah tenun dan anyaman. Produk-produk ini menjadi ciri khas dari provinsi dengan 22 Kabupaten/Kota ini.

Namun, pemberdayaannya yang belum maksimal, membuat kerajinan NTT belum sepenuhnya menembus pasar dengan harga yang bersaing.

Hesti Indah Kresnarini, meninjau produk kerajinan NTT di sosialisasi Dekranas Award (Ruth-KatongNTT)
Hesti Indah Kresnarini, meninjau produk kerajinan NTT di sosialisasi Dekranas Award dan WCC AoE (Ruth-KatongNTT)

Untuk itu, Hesti Indah Kresnarini, salah satu Pengurus Dekranas yang menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut, memaparkan enam hal yang ditetapkan UNESCO. Seyogyanya enam hal ini akan mampu mendongkrak produk-produk kerajinan UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia.

1. Excellence; menunjukkan tingkat kesempurnaan hasil akhir pekerjaan dan penerapan standar kualitas yang tinggi. Hal ini dapat diamati dari penggunaan bahan yang berkualitas baik. Menggunakan proses pengerjaan yang mendetail. Serta penyajian akhir yang bagus.

2. Innovative; kreativitas untuk mengembangkan dari yang sudah ada sebelumnya.

“Kembangkan materi, proses produksi ada inovasi. Motif dan warna perlu dikembangkan,” ujar Hesti dalam sosialisasi yang diadakan di Hotel Sotis pada Rabu, 14/12/2022 itu.

3. Authenticity/Originality; produk mengekspresikan identitas budaya dan kearifan nilai-nilai estetik tradisional.

“Produk harus benar-benar dari tradisi di NTT. Merefleksikan nilai tradisi yang sudah ada,” kata Hesti.

4. Marketibility; artinya produk berorientasi pada pasar. Hesti menyebut, harga kompetitif tidak harus murah.

“Karena bahan dan pembuatan yang sulit, tidak apa-apa. Karena itu wajar (dijual mahal),” ujarnya.

Ia mengatakan, suatu karya kerajinan, semisalnya tenun dijual mahal pasti ada pasarnya. Sehingga para penenun jangan merasa tersaingi dengan tenunan yang dicetak.

“Secara kuantitas dan harga memang lebih murah (yang dicetak). Tapi yang ditenun langsung itu kualitasnya lebih baik apalagi pakai pewarnaan alami. Itu lebih berkualitas dan orang lebih suka itu,” kata Hesti.

Baca Juga: Julia Manfaatkan Daun & Serat Pohon Lontar Membuat Anyaman Unik

Penilaian selanjutnya yang tak kalah penting ialah tanggung jawab sosial dan ramah lingkungan. Dua penilaian ini menjadi nilai tambah dari suatu produk kerajinan.

5. Social Responsibility; tanggung jawab sosial. Menghormati dan menaati peraturan terkait hak tenaga kerja dan HAM.

“Misalnya memperkerjakan anak-anak. Akan tetapi beri kesempatan untuk istirahat. Dengan beri upah juga,” jelas Hesti

6. Eco-Friendly; tidak mencemari lingkungan. Di mana menggunakan material yang dapat didaur ulang. Tidak mengandung racun dan tak menimbulkan polusi.

Ke depannya, Dekranas akan melakukan Dekranas Award untuk karya kerajinan terbaik di Indonesia.

Pemenang penghargaan karya kerajinan terbaik selanjutnya akan diikutsertakan mewakili Indonesia pada WCC AoE.

Ke enam unsur yang dipaparkan di atas menjadi penilaian pula dalam penghargaan ini. Untuk itu, para pengrajin NTT diharapkan mampu menerapkan ke enam hal tersebut. Bukan hanya sekadar untuk memenuhi syarat penghargaan, namun menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas kerajinan NTT ke depannya. *****

Tags: #Dekranas#Dekranasda#DekranasdaAAward#DekranasdaNTT#Kerajinan#KriyaIndonesia#UMKM#UMKMNTT#WorldCraftCouncilAward
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati