• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Fenomena Unik La Nina Picu Musim Hujan di NTT Lebih Panjang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Fenomena unik la Nina 3 tahun picu musim hujan di NTT lebih panjang (Joe-KatongNTT)

Fenomena unik la Nina 3 tahun picu musim hujan di NTT lebih panjang (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
252
VIEWS

Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan La Nina akan terjadi sampai penghujung tahun ini. La Nina bersambung selama 3 tahun terakhir ini merupakan fenomena yang unik. Fenomena baru terjadi dua kali sebelumnya yakni pada 1973,1974, 1975 serta 1998,1999 dan 2000.

Kepala Stasiun Klimatologi kelas II Kupang, Rahmatullah Adji menjelaskan, la Nina menyebabkan musim hujan di wilayah NTT lebih maju. Selain itu, musim hujan kali ini diperkirakan lebih panjang.

BacaJuga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

12 September 2025
Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

11 September 2025

Dalam jumpa pers di kantor Gubernur NTT, Senin (3/10/2022), Adji menyampaikan perkiraan musim hujan di NTT akan dimulai dasarian III atau akhir Okteber. Sebagian besar wilayah NTT diperkirakan memasuki musim hujan pada dasarian II dan III November tahun ini.

“Terkait dengan musim hujan yang masuk lebih awal itu kita perkiraan di daerah Ruteng. Daerah itu selama ini kita kenal sebagai daerah basah,” ujar Adji.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Panganan Provinsi NTT, Lucky Koli meminta masyarakat untuk mengikuti informasi musim hujan yang disampaikan oleh BMKG. Selain menggunakan kearifan lokal masyarakat, Lucky meminta masyarakat untuk berpatokan juga pada prakiraan yang dikeluarkan BMKG.

Baca juga: Soal TJPS, Petani di Daratan Timor Disebut Belum Mandiri

Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat, terutama para petani untuk menanam di musim tanam 1, Oktober-Maret ini. Apalagi saat ini fenomena triple-dip la nina terjadi di wilayah Indonesia.

“Tujuannya agar masyarakat tidak gagal tanam akibat salah memprediksi musim hujan, apalagi gagal panen,” ujar Lucky.

Menurut Lucky, keterbatasan sumber daya berupa bibit harus menjadi perhatian petani. Kesalahan membaca musim hujan akan berdampak besar. Apalagi, menurutnya, anggaran pun terbatas.

Informasi dari BMKG harus menjadi referensi bagi petani sebelum menanam jagung, padi maupun jenis tanaman lainnya.

“Informasi ini kita sampaikan agar masyarakat betul-betul bijak dalam melihat dan memahami informasi – informasi dari BMKG sebagai referensi utama untuk bisa melakukan penanaman,” ungkapnya.

Baca juga: Pemprov NTT Siapkan Rp. 1 Triliun Untuk Program Tanam Jagung Panen Sapi

Terkait kesiapan bibit dan pupuk yang akan didistribusikan bagi petani, khususnya dalam program tanam jagung panen sapi (TJPS), Lucky mengatakan, dalam waktu dekat akan didistribusikan. Pendistribusian juga akan mengikuti prediksi musim hujan.

Menurutnya, pihaknya berkomitmen sebelum musim hujan di wilayah NTT, bibit dan pupuk sudah didistribusikan ke para petani. Sehingga petani tidak terlambat dalam menanam.

Waspada Bencana di Musim Hujan

Menghadapi musim hujan yang diperkirakan lebih panjang, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo meminta masyarakat untuk tetap waspada. Informasi cuaca dari BMKG menurutnya akan membantu dalam mengantisipasi bencana yang bisa terjadi.

Ambrosius meminta warga selalu siaga. Terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana. Apabila terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi dan objek jarak pandang 30 meter tidak jelas terlihat, maka segera mengevakuasi diri.

“Kita berharap semua orang bahwa hujan sebagai berkat, bisa juga sebagai malapetaka. Karena itu kita mesti ikuti perkembangan cuaca,” ujarnya.

Baca juga: Realisasi Dana Stimulan Badai Seroja Berkutat di Validasi Data

Ia mendorong masyarakat untuk terus memahami kondisi lingkungan sekitar. Dengan kesadaran itu, ditambah dengan informasi perkembangan cuaca yang baik, masyarakat bisa melakukan evakuasi mandiri untuk menyelamatkan diri terlebih dulu.(Joe)

Baca juga: Kepala Dinas Peternakan Diangkat Jadi Plt Sekda NTT

Tags: #beritantt#BMKG#dinaspertaniandanketahananpangan#fenomenaunik#lanina#musimtanam#tjps
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

by Rita Hasugian
12 September 2025
0

 Kupang –  Erasmus Frans Mandato menuangkan kritikan terhadap Pemerintah Daerah Rote Ndao dan PT Bo’a Development terhadap penutupan akses jalan...

Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

by Rita Hasugian
11 September 2025
0

Kupang –  Penyebab kematian Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, seorang guru dan pengurus Koalisi Kelompok Orang Muda untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati