• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Ibu dan Bayi Tewas di RSUD Larantuka, Massa Demo Bupati Flotim

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ibu dan Bayi Tewas di RSUD Larantuka, Massa Demo Bupati Flotim

Massa aksi Cipayung Flotim tuntut pemerintah buka hasil audit RSUD Larantuka. (Istimewa)

0
SHARES
62
VIEWS

Kupang – Kematian Novi Uba Soge dan bayinya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hendrikus Fernandez Larantuka memicu demontrasi di depan Kantor Bupati Flores Timur (Flotim).

Massa dari aktivis Cipayung Flotim yaitu PMKRI dan GMNI ini berdemonstrasi pada Selasa, 16 April 2024. Demonstran menuntut Penjabat Bupati Flotim, Doris Alexander Rihi, membuka ke publik soal hasil Audit Maternal Perinatal (AMP).

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Audit ini dilakukan terhadap paramedis di RSUD Larantuka yang bertugas atau yang menangani Novi yang dirujuk dari Pulau Adonara untuk melahirkan.

Baca juga : Kematian Ibu dan Bayi di RSUD Larantuka Picu Demo di Polda NTT

Demonstran sampai membakar ban di hadapan anggota Polisi Pamong Praja dan Polres Flotim yang berjaga di halaman Kantor Bupati Flotim. Adu mulut tak terhindarkan antara petugas keamanan dan massa aksi namun situasi tetap kembali kondusif.

Demonstran bakar ban dan menuntut dibukanya hasil audit perihal kematian ibu dan bayi di RSUD Larantuka. (Istimewa)

Ketua PMKRI Flotim, Bernadus E. Besi Koten, saat aksi itu menyatakan kekecewaannya karena Doris yang sempat tak berada di tempat.

“Pj Bupati berjanji untuk mengumumkan hasil audit itu kepada kami dan juga masyarakat khususnya keluarga korban,” tandasnya.

Baca juga : Kematian Ibu dan Bayi, Ombudsman Minta Klarifikasi RSUD Larantuka

Ia mewakili aksi hari itu juga menginginkan kejelasan status RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang harusnya diketahui publik.

Ketua GMNI Flotim, Yulius Ninu Badin, pun menduga ada hal yang ditutupi sehingga perlu dibuka secara transparan ke publik.

Setelah aksi itu para demonstran lantas menuju Kantor DPRD Flotim untuk menggelar aksi dengan tuntutan serupa.

Baca juga : Kemelut Ibu di Solor Bersalin Darurat di Atas Laut

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Flotim, Ogi Silimalar, hingga Rabu 17 April ini belum memberikan keterangan terkait hasil audit tersebut. Begitu pula Doris Rihi selaku Penjabat Flotim tak menanggapi saat dikonfirmasi.

Kejelasan audit terhadap paramedis di RSUD dr Hendrikus Fernandez Larantuka tak kunjung disampaikan sebulan setelah kematian Novi dan anaknya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD di Hendrikus Fernandez Larantuka, Paulus Lameng, pada 18 Maret lalu mengatakan publikasi hasil audit terhadap perkara ini akan diatur kemudian setelah hasilnya ada.

“Menunggu info selanjutnya ya Pak, yang pasti akan kami laksanakan sesuai aturan perundangan yang berlaku,” tanggapnya. ***

Tags: #Demokematianibudananak#DorisRihi#GMNI#kematianibudanbayi#KematianNovidanbayi#PenjabatBupatiFlotim#PMKRI
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati