Masyarakat Diminta Bersiap Hadapi Kasus Covid-19 Meningkat dalam Dua Pekan Ini

Saat ini saja, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah berada dalam skala 8.000-an kasus per harinya.

Bernardus-Bulu-Lede-penyandang-tunanetra-menerima-vaksin-covid-19-di-kota-kupang-NTT-Jumat-14-Agustus-2021-Ra-Katongntt.com

Bernardus-Bulu-Lede-penyandang-tunanetra-menerima-vaksin-covid-19-di-kota-kupang-NTT-Jumat-14-Agustus-2021-Ra-Katongntt.com

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pihak untuk bersiap-siap menghadapi prediksi peningkatan kasus Covid-19. Peningkatan ini segera terjadi dalam waktu satu atau dua pekan ke depan.

“Kita sudah monitor secara daily (harian), harusnya kalau feeling saya kita akan mencapai puncaknya antara satu atau dua pekan ke depan. Kemungkinan puncaknya itu akan tercapai,” kata Menteri Budi dalam ISICAM 2022 yang diikuti di Jakarta, Jumat, (25/11/2022).

Budi menekankan pemerintah terus melakukan pemantauan setiap harinya. Hal ini untuk mengamati tren Covid-19 di Indonesia dari seluruh indikatornya.

Baca juga: 90 Juta Pengguna PeduliLindungi Bantu Cegah Penularan Covid-19

Sayangnya terlihat sejak varian XBB dan BQ.1 masuk ke Indonesia, jumlah orang terinfeksi semakin banyak dan patut diwaspadai.

Saat ini saja, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah berada dalam skala 8.000-an kasus per harinya.

Dengan kehadiran dua varian tersebut, Budi memperkirakan jumlah kasus yang ditemukan akan mencapai 10 ribu hingga 15 ribu kasus per harinya. Ini dengan keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) jauh lebih rendah dibandingkan dampak dari varian-varian sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga menggencarkan sero survey per enam bulan sekali. Hal ini untuk mengetahui titer antibodi milik masyarakat yang dilakukan bersama FKM-UI.

Melalui sero survey, pemerintah dapat mengetahui dalam jangka waktu berapa lama antibodi masyarakat mengalami penurunan. Selain itu mengetahui daerah mana yang perlu segera dibooster.

Baca juga: 6 Bulan Belum Terima Dosis Dua, Vaksin Covid-19 Diulang

Sero Survey juga membuktikan bahwa Indonesia memiliki antibodi yang sangat tinggi. Sehingga tidak terlalu terdampak gelombang Covid-19 seperti terjadi di negara lain.

“Kita punya datanya by name by address sekarang untuk 205 juta dari populasi kita, kita bisa prediksi di daerah mana kita harus memberikan booster,” ujar Budi.

Budi mengingatkan meski antibodi sudah tinggi dan kasus masih di bawah prediksi monitoring pemerintah, semua pihak harus segera melengkapi dosis vaksinasinya. Selain itu, tidak mengabaikan situasi saat ini.

Jika Indonesia berhasil menjaga jumlah kasus seperti saat ini, sampai dengan dua pekan ke depan, maka masyarakat tidak perlu menghadapi gelombang Covid-19. Gelombang yang dapat menghambat berjalannya segala aktivitas dan perekonomian negara.

Baca juga: Bisnis UMKM Kokoh di Tengah Pandemi

Sebagai upaya mitigasi peningkatakan kasus dan munculnya subvarian baru, pemerintah mulai menggenjot cakupan vaksinasi Covid-19. Cakupan vaksinasi itu baik dosis lengkap maupun booster.

Yang terbaru, seperti dikutip dari laman www.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksinasi booster Covid-19 dosis kedua atau suntikan keempat kepada warga lanjut usia di atas 60 tahun.

Menurut Juru bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, M.Syahril menyebutkan kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan.

Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authoritazation dari Badan POM. Lalu rekomendasi ITAGI, seperti memperhatikan vaksi yang tersedia di masing-masing daerah. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *