Kazakhstan Rusuh, Warga Indonesia Diimbau Waspada

Polisi-Kazakhstan-memblokir-jalan-menuju-bandara-Almaty-dari-para-demonstran pada 5 Januari 2022. (ctvnews.ca)

Polisi-Kazakhstan-memblokir-jalan-menuju-bandara-Almaty-dari-para-demonstran pada 5 Januari 2022. (ctvnews.ca)

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan mengimbau warga Indonesia untuk selalu waspada dan berhati-hati sehubungan kerusuhan pecah di negara itu.

KBRI lebih rinci mengimbau WNI di Kazakhstan untuk menjauhi kerumunan, tidak bepergian ke luar rumah kecuali untuk hal-hal penting, dan mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

Selain itu, WNI di Kazakhstan diimbau menjaga ketertiban, dan tidak ikut dalam aksi-aksi massa di wilayah setempat.

“Tidak memberikan komentar yang bersifat publik terhadap perkembangan situasi dalam negeri Kazakhstan,” kata KBRI Nur-Sultan dalam imbauan tertulis bertanggal 6 Januari 2022.

Warga Indonesia diimbau saling berkomunikasi dengan sesama WNI di kota atau wilayah masing-masing. Mereka diminta untuk berkomunikasi dengan KBRI melalui grup WNI maupun jalur komunikasi yang memungkinkan untuk memberi update kondisi masing-masing. Dan, untuk melaporkan hal penting untuk diketahui bersama.

KBRI juga membuka Hotline 24 jam melalui pesan singkat (SMS), telepon, dan Whatsapp +77718360245 selain alamat KBRI dan nomor telepon KBRI.

Kerusuhan besar pecah di Kazakhastan pada awal Januari 2022 dipicu kenaikan harga BBM. Belasan orang telah tewas, ratusan orang terluka, dan lebih dari 4.400 orang ditahan.

Pada 5 Januari 2022, para demonstran dilaporkan menyerbu bandara internasional Almaty. Bandara Almaty merupakan bandara terbesar Kazakhstan. Mereka juga merangsek masuk ke gedung-gedung pemerintah dan membakar kantor pemerintahan kota di Nur-Sultan, ibukota negara itu.

Bentrokan mematikan juga terjadi antara polisi dan prajurit militer Kazakhstan. Sedikitnya 18 aparat penegak hukum terbunuh dalam kerusuhan.

Sebanyak 26 kriminal bersenjata dibunuh dan 18 lainnya terluka. Situasi ini diperparah dengan pemutusan jaringan internet di negara itu.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev pada Jumat lalu mengeluarkan perintah kepada pasukan keamanan untuk membunuh demonstran tanpa peringatan pendahuluan. Alasannya, mereka telah melumpuhkan negara pecahan Uni Sovyet itu.

Kerusuhan ini disebut Reuters sebagai terburuk sejak negara itu merdeka dari Uni Sovyet pada awal 1990.

Pemerintah Kazakhstan menuding sekelompok orang sebagai dalang dari kerusuhan ini untuk menjatuhkan pemerintahan Tokayev. Mereka dituding sebagai pengkhianat.

Sejumlah pejabat top negara itu dipecat dan ditangkap termasuk mantan Kepala Intelijen Kazakhstan, Karim Massimov. Tokayev juga memecat Nursultan Nazarbayev sebagai kepala Dewan Keamanan Kazakhstan.

Nazarbayev merupakan mantan presiden Kazakhstan selama 3 dekade dan kalah dalam pemilihan presiden 2019. Tokayev mengambil alih kekuasaan Nazarbayev.

Jika awal kerusuhan dipicu dengan lonjakan harga BBM, dalam perkembangan pemerintah Kazakhstan menyebut kerusuhan ini dilakukan oleh para preman dan teroris. (CNN/REUTERS/Rita Hasugian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *