• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Kematian Bayi Terbanyak di Kupang dan Sumtim

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kematian Bayi Terbanyak di Kupang dan Sumtim
0
SHARES
210
VIEWS

Kupang – Kematian bayi dan balita di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum turun siginifikan dua tahun terakhir. Kematian yang tertinggi pun terjadi di Kabupaten Kupang dan Sumba Timur (Sumtim).

Badan Pusat Statistik NTT sepanjang 2023 mendata 114 bayi meninggal di Kupang dan 110 bayi meninggal di Sumtim.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Kematian bayi di Sumtim adalah yang paling melonjak signifikan dari dua tahun sebelumnya. Pada 2021 ada 19 kematian dan di 2022 meningkat jadi 41 kematian bayi.

Baca juga : Kematian Ibu dan Bayi, Ombudsman Minta Klarifikasi RSUD Larantuka

Angka kematian balita yang tertinggi pun terjadi pada dua kabupaten ini di 2023. 114 balita meninggal di Kupang dan 112 balita meninggal di Sumtim.

Lagi-lagi balita yang meninggal di Sumtim mengalami lonjakan signifikan dari dua tahun sebelumnya. Pada 2021 tercatat 21 kematian balita. Kemudian di 2022 naik jadi 50 kasus kematian balita.

Secara keseluruhan, Provinsi NTT pada 2021 mengalami 955 kematian bayi di seluruh kabupaten dan kotanya. Pada 2022 ada 1.139 kematian bayi dan 1.046 bayi meninggal di 2023.

Baca juga: Tewasnya Ibu dan Bayi Yang Baru Lahir, RSUD Larantuka Buka Suara

Sedangkan balita yang meninggal di NTT pada 2021 pun lebih tinggi lagi yaitu 1.074 kematian di 2021, lalu 1.244 kematian di 2022, lalu 1.125 kematian 2023.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Midel Laitabun beberapa waktu lalu mengatakan berbagai faktor bisa mempengaruhi kematian bayi, balita maupun ibunya.

“Kematian bayi dipengaruhi sejumlah faktor seperti asfiksia, berat badan bayi lahir rendah serta ada kelainan bayi bawaan yang membuat bayi meninggal dunia saat baru dilahirkan,” tukasnya.

Baca juga : Polisi Tangkap Pasangan Yang Buang Bayi Dalam Kantong McDonald’s

Begitu pula kematian anak bisa disebabkan karena kejang, dehidrasi berat, kelainan bawaan lainnya, pneumonia dan cacat bawaan.

Ia menambahkan terdapat pula 14 ibu yang meninggal sepanjang 2023. Pada 2022 pun ada 9 ibu yang meninggal.

Kematian ibu saat melahirkan ini pun umumnya karena pendarahan pasca melahirkan, tekanan darah tinggi, infeksi hingga penyakit penyerta lainnya.

“Kalau kematian pada ibu-ibu itu akibat dari pendarahan, hipertensi pada saat kehamilan, pre eklampsia, kelainan jantung, hingga infeksi,” ungkap dia. ***

Tags: #Bayiterbanyakmeninggal#ibudanbayimeninggal#KabupatenKupang#kematianibudanbayi#KupangdanSumbaTimurtertinggikematianbayi#Sumbatimur
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati