Majikan Adelina Sau untuk Pertama Kali Hadir di Persidangan

Majikan Adelina Sau, Ambika M.A. Shan (Malay Mail)

Majikan Adelina Sau, Ambika M.A. Shan (Malay Mail)

Kupang– Majikan Adelina Sau, Ambika MA Shan, 63 untuk pertama kali hadir di persidangan Mahkamah Persekutuan dengan didampingi pengacaranya. Ambika didakwa membunuh Adelina yang bekerja di rumahnya pada tahun 2018.

“Sidang dihadiri oleh terbanding, Ambika A/P M.A Shanmugam yang utk pertama kali hadir didampingi Pengacara,” kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri melalui pesan Whatsapp, Selasa, 1 Februari 2022.

Ambika hadir dalam persidangan lanjutan di Mahkamah Persekutuan di Putra Jaya pada tanggal 24 Januari 2022.

Dalam persidangan 9 Desember 2021, Mahkamah Persekutuan Malaysia mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ambika. Surat Perintah penangkapan dikeluarkan karena Ambika tidak menghadiri sidang meski telah diberi pemberitahuan beberapa kali.

Menurut Judha, sidang yang dihadiri Ambika untuk pertama kali itu belum membahas substansi banding. Sidang membahas kehadiran terbanding dan penunjukan pengacara Ambika.

“Pengacara akan menyampaikan tanggapan resmi atas substansi banding (submission) pada akhir Februari 2022,” ujar Judha.

Hakim Mahkamah Persekutuan kemudian memutuskan untuk melanjutkan sidang berikutnya pada 6 April 2022 dengan agenda utama membahas substansi banding.

Adelina tewas pada 11 Februari 2018, beberapa jam setelah dia dilarikan ke rumah sakit dengan tubuh penuh luka dan malnutrisi akut. Tayangan video dan foto yang beredar di media sosial merekam kekejaman Ambika terhadap Adelina Sau.

Ibu kandung Adelina Sau, Yohana Banunaek berharap Ambika dihukum mati atas tindakan kejamnya terhadap anaknya.

“Saya punya anak mati dan saya tidak bisa lihat dia lagi, majikan itu juga harus (dihukum) mati. Saya punya anak meninggal tapi majikan itu masih bisa bebas. Dia bisa senang-senang, tapi saya susah,” kata Yohana saat ditemui KatongNTT di rumahnya.

Judha menjelaskan, persidangan pada 24 Januari 2022 dihadiri oleh Konsulat Jenderal RI Penang dan pengacara watching brief yg ditunjuk KBRI Kuala Lumpur untuk memonitor jalannya persidangan. (k-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *