• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Kolaborasi Dekranasda Provinsi NTT

Merry Pongkapadang Awalnya Produksi Abon Ikan, Kini Merambah ke Keripik Abon, Laris Manis

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Dekranasda Provinsi NTT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Merry Pongkapadang, pemilik UMKM I’ak Malole yang memproduksi Abon san Keripik Abon di NTT (Ruth-KatongNTT)

Merry Pongkapadang, pemilik UMKM I’ak Malole yang memproduksi Abon san Keripik Abon di NTT (Ruth-KatongNTT)

0
SHARES
145
VIEWS

Kupang – Bermula dari anak-anak disabilitas yang tidak suka makan ikan, Merry Pongkapadang dan suaminya Iwan Pongkapadang, mencoba untuk mengolah ikan menjadi abon.

Suami Merry adalah kepala sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memberi pendidikan dan terapi pada anak-anak disabilitas di NTT.

BacaJuga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

27 Mei 2023
Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

21 Mei 2023

Baca Juga: Cerita Haru Dibalik Hadirnya Ikan Asap Supel Milik Chrisna Jacob

Ikan yang menjadi salah satu makanan bergizi, ternyata tak disukai oleh anak-anak disabilitas dampingan mereka.

“Jadi kami pikir, buat apa ya, supaya anak-anak suka makan? Jadi kami coba buat abon. Saya akhirnya ikut pelatihan cara pembuatan abon. Dan anak-anak jadi suka, mereka bahkan jadikan sebagai camilan,” cerita perempuan 45 tahun ini.

Merry mulai membuat abon untuk anak-anak disabilitas tahun 2018. Setahun kemudian, Merry melihat peluang untuk menjual abon buatannya. Serius terjun di dunia usaha, Merry mendirikan UMKM yang diberi nama I’ak Malole. Berasal dari bahasa Rote yang artinya Ikan Baik.

Produk Abon Buatan Merry yang dipajang di depan rumahnya di Oebobo, Kupang, NTT (Ruth-KatongNTT)
Produk Abon Buatan Merry yang dipajang di depan rumahnya di Oebobo, Kupang, NTT (Ruth-KatongNTT)

Bahan dasar abon adalah ikan tuna dari perairan NTT. Proses pembuatannya tidak menggunakan minyak, hanya dioseng. Setelah itu diperas untuk menghilangkan air dari ikan. Lalu ikan ditaburi bumbu. Abon buatannya benar-benar kering dengan cita rasa bumbu yang terasa.

“Karena memang awalnya ini buat untuk anak-anak disabilitas, jadi abonnya tanpa pengawet, tanpa MSG,” ujar perempuan asal pulau Sabu, NTT ini.

Produknya kemudian diterima masuk ke Galeri Dekranasda NTT sebagai produk abon pertama. Abon buatan Merry kemudian masuk di toko-toko di Kupang.

Dengan bermodal Rp10 juta di awal usahanya, Merry kini dapat meraup untung Rp4 – 5 juta per bulannya.

Dari situ pula, Merry yang awalnya adalah ibu rumah tangga ini memperbanyak varian produknya. Dari abon rasa original dan pedas gurih, berlanjut dengan membuat keripik abon.

Keripik dari singkong dicampurkan abon pedas gurih. Menciptakan satu camilan baru dengan rasa yang unik. Selain itu, ia pun membuat aneka kue dari pangan lokal.

“Tapi yang utama tetap abon,” tegas Merry.

Semangat untuk terus mengembangkan UMKMnya sempat tersendat ketika ia harus berpisah dengan suaminya.

Baca Juga: Kadis Parekraf: UMKM Jadi Daya Tarik Wisatawan Kunjungi NTT

Ketika virus corona merebak dan badai Seroja menghantam NTT di 2021, suami Merry yang juga adalah disabilitas, dipanggil pulang Yang Maha Kuasa.

“Dia pergi dengan tenang karena sudah siap pergi. Saya juga rasa mungkin idenya ini (buat abon) untuk beri saya pegangan juga kalau-kalau dia pergi,” ujar ibu dengan satu anak ini.

Walau sempat terpukul akan kepergian suaminya, Merry kembali bangkit untuk terus merawat buah pikiran dari suaminya. *****

Silakan hubungi nomor 081239085687 jika berminat untuk membeli produk UMKM ini. Ayo kita dukung kemajuan UMKM NTT!

Tags: #abonikan#AbonIkanTuna#abonpedasgurih#Keripik#keripikabon#Tuna#UMKM#UmkmAbon#UMKMIndonesia#UmkmKupang#UMKMNTT
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

by Tim Redaksi
27 Mei 2023
0

Produknya ia beri nama Dosa, yang berasal dari bahasa Rote, yang artinya Cuka. “Tujuannya hanya untuk memperkenalkan saja kalau kami...

Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

by Tim Redaksi
21 Mei 2023
0

“Sebelumnya itu bahan baku dari tahun lalu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar laki-laki yang pernah mengikuti pendidikan di PT. Garam...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati