• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Inspirator

Nelayan Oesapa Gunakan Teknologi Taklukkan Cuaca Buruk

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Inspirator
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Nelayan Oesapa, Dewa merekam kondisi laut di tengah cuaca buruk di Kota Kupang, NTT, Rabu, 19 Januari 2022. (Joe-Katongntt.com)

Nelayan Oesapa, Dewa merekam kondisi laut di tengah cuaca buruk di Kota Kupang, NTT, Rabu, 19 Januari 2022. (Joe-Katongntt.com)

0
SHARES
438
VIEWS

Rumah panggung itu menghadap tepat ke laut. Dewa bersama dua sahabatnya baru saja selesai mengikat pemberat jaring. Mereka adalah nelayan yang tinggal di pesisir Oesapa, Kota Kupang, NTT.

Rabu (19/1/2022)siang awan hitam menutupi langit Kota Kupang. Sambil menghisap rokok, Dewa, Ketua Komunitas Nelayan Angsa Laut Oesapa memberikan informasi kepada seorang nelayan terkait cuaca hari itu.

BacaJuga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

15 Mei 2025
Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

18 Oktober 2024

Pria yang bernama lengkap Muhamad Mansur Doken itu berujar kalau dirinya baru saja menerima informasi terkait perkiraan cuaca untuk beberapa hari ke depan.

“Sebentar turun (melaut), cuaca bagus,” kata Dewa kepada nelayan lain yang lebih muda.

“Saya baru dapat informasi,” tutur Dewa melanjutkan.

Dewa kemudian mengambil telepon selulernya. Ibu jari kanannya menari-nari menekan tuts telepon seluler. Dia mencari informasi yang diberikan oleh BMKG terkait perkiraan kondisi laut hari itu.

“Ini hari sampai tanggal 22 cerah. Jadi bisa melaut,” kata Dewa.

Komunitas Nelayan Angsa Laut Oesapa bermitra dengan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang sejak 2019. Saat itu, anggota dari Komunitas yang terbentuk tiga tahun lalu mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN).

SLCN merupakan program dari BMKG untuk memberikan edukasi kepada para nelayan agar mampu membaca informasi, seperti prakiraan cuaca, prakiraan tinggi gelombang. SLCN juga memberikan pemahaman bagi nelayan agar tanggap saat mendapatkan informasi peringatan dini jika ada cuaca ekstrim.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Syaeful Hadi mengatakan program edukasi itu sudah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir. Dua kali dilaksanakan di Kota Kupng dan pada tahun lalu, SLCN di Kabupaten Lembata.

“Alumni-alumni SLCN kami buatkan grup WA untuk dapat selalu menerima informasi dari BMKG. Salah satunya adalah kelompok nelayan di Oesapa,” tulis Syaeful dalam pesan WhatsAppnya kepada KatongNTT, Rabu kemarin.

Dewa sangat berterima kasih kepada BMKG. Berkat mengikuti SLCN, mereka kini mampu membaca cuaca di laut, termasuk tinggi gelombang. Kini mereka mampu memproteksi diri saat melaut. Resiko kecelakaan di laut pun bisa diminimalisir.

“Dulu (sebelum mengikuti SLCN), istri-istri tidur tidak nyenyak di rumah. Mereka memikirkan keselamatan suami mereka yang sedang melaut. Sekarang istri-istri sudah tidur nyenyak karena nelayan sudah bisa memproteksi diri dengan informasi dari BMKG,” ujar Dewa dengan tersenyum lebar.

Nyawa memang menjadi taruhan seorang nelayan saat bekerja. Bila tidak mampu membaca cuaca, resiko sangat besar dihadapi.

Dewa yang sudah 22 tahun menjadi nelayan, mengakui menfaat penggunaan teknologi pemantauan cuaca. Ia mengakui keakuratan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG. Banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti program tersebut.

Manfaat lain yang dirasakan oleh Dewa yakni terkait potensi ikan di laut Lokasi itu, kata Dewa disertai dengan koordinatnya. Dan itu sangat memudahkan mereka untuk mencapai lokasi.

“Informasi BMKG selalu akurat,” kata Dewa meyakinkan.

Informasi dari BMKG ditunjukkan kepada KatongNTT. Dewa mulai membaca informasi itu, menjelaskan arti setiap warna yang tertera dalam tabel.

“Laut Sawu cerah. Nah kita di sini Laut Sawu,” katanya sambil menunjukkan tangan ke arah laut.

Dia lalu membaca tinggi gelombang, arah angin dan potensi curah hujan. Pada hisapan rokoknya yang terakhir, Dewa berkata “Nelayan ini sebenarnya pintar karena banyak mengkonsumsi protein.”

Persoalannya menurut Dewa, akses nelayan terhadap pengetahuan baru masih sangat minim.

“Ibarat bunga, biar dikasih pupuk tapi tidak disiram dengan air, bunga tidak akan tumbuh subur. Makanya kami minta LSM atau Pemerintah yang peduli dengan nelayan, bila ada pengetahuan baru bagikan pengetahuan itu kepada kami. Sehingga mereka juga bisa menemukan solusi terkait masalah-masalah yang mereka hadapi,” tandasnya.

Tags: #BMKG#cuaca#katongntt#nelayan#NTT#Oesapa
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

by PriyaHusada
15 Mei 2025
0

Dari laboratorium sunyi di Brasil, Hungria memimpin revolusi pertanian yang tak hanya menyelamatkan petani, tapi juga membuka jalan bagi cara...

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

by KatongNTT
18 Oktober 2024
0

Ruteng – Berbagai suku cadang sepeda motor terpajang apik di rak kayu di bengkel yang terletak persis di sisi barat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati