Paus Fransiskus Sebut Natal 2022 untuk Mengenang Korban Perang Ukraina

Paus Fransiskus menyampaikan Natal 2022 untuk mengenang para korban perang di Ukraina dan semua orang yang menderita akibat konflik yang dilupakan dalam Misa Malam Natal dan berkat Urbi at Orbi pada 24 Desember 2022.

Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik sedunia (Vatican News)

Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik sedunia (Vatican News)

Jakarta– Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus menyatakan, perayaan Natal 2022 untuk mengenang penduduk Ukraina dan semua orang di dunia yang menderita akibat perang dan konflik.

Pernyataan Natal Paus Fransiskus itu disampaikan dalam Misa Malam Natal dan berkat Urbi at Orbi (Kepada Kota dan Dunia), 24 Desember 2022.

Seperti dikutip dari Vatican News, Deputi Direktur editorial media ini, Alessandro Gisotti menjelaskan, Natal ini untuk memperingati penderitaan yang diakibatkan perang di Ukraina. Dan juga untuk semua orang yang terluka oleh berbagai konflik yang dilupakan di seluruh dunia.

Baca juga: Ukraina Dibombardir, Paus Fransiskus ke Kedutaan Rusia

Dalam berbagai kesempatan, Paus Fransiskus mengajak untuk berdoa bagi perdamaian dunia.

Dalam Misa Malam Natal di Basilika Gereja Santo Petrus, akan menghadirkan anak-anak dari Italia, India, Filipina, Meksiko, San Salvador, Korea dan Kongo.

Untuk menyuarakan perdamaian, Paus Fransiskus berencana berkunjung ke Kongo dan Sudan Selatan pada Januari 2023.

Sebelumnya, Paus Fransiskus menyerukan pesan penting kepada semua orang, baik pria maupun wanita yakni menjadi pembawa perdamaian.

Baca juga: Rumah Bapa Suci Resmi Berdiri di Tanah Arab

“Karena hal ini yang kita butuhkan hari ini!” kata Paus Fransiskus dalam pesan video yang direkam untuk anggota Mensajeros de la Paz.

Rohaniawan Katolik Angel Garcia Rodriguez sebagai pendiri dan pemimpin asosiasi Mensajeros de la Paz. Asosiasi ini didirikan di Spanyol tahun 1962 dan bekerja baik di level nasional maupun internasional untuk mempromosikan pembangunan manusia dan sosial. Saat ini organisasi non pemerintah ini bekerja di 75 negara di dunia.

Paus Fransiskus mengatakan, perdamaian dunia sedang dalam situasi menyedihkan saat ini. Untuk itu, Paus menyerukan perdamaian dalam segala situasi. *****

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *