Pekerjaan Rumah Pemerintah yang Belum Tuntas Pasca Badai Seroja

Pencarian terhadap para korban hilang telah dihentikan. Namun bukan berarti pekerjaan rumah Pemerintah pasca badai seroja sudah berakhir.

Banyak rumah warga yang rusak akibat badai Seroja (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Banyak rumah warga yang rusak akibat badai Seroja (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

“Saat ini dana stimulan Rp 849,33 miliar sudah masuk ke rekening masing-masing daerah, namun hampir semua belum disalurkan bagi masyarakat.”

Kupang – Badai Seroja yang meluluhlantakan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setahun lalu meninggalkan trauma dan luka mendalam. Bencana yang terjadi pada 4 April 2021 lalu merenggut 182 nyawa warga NTT dan 47 orang dinyatakan hilang. Angin kencang, tanah longsor dan banjir bandang merusak 53.432 unit rumah warga. Dan ada 3.518 unit fasilitas umum juga diporakporanda oleh amukan badai tersebut.

Masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemerintah saat badai Seroja telah berakhir. Kepala Pelaksana BPBD NTT, Ambrosius Kudu mengatakan, pencarian terhadap para korban hilang telah dihentikan. Namun bukan berarti pekerjaan rumah Pemerintah pasca badai seroja sudah berakhir.

Sejumlah pekerjaan rumah masih harus diselesaikan. Salah satunya adalah pemberian dana stimulan rumah bagi warga yang mengalami kerusakan rumah saat badai menyapu wilayah NTT.

Ambrosius mengatakan, dana stimulan rumah itu diberikan kepada 16 Kabupaten/Kota dari 21 daerah di NTT yang  terkena dampak bencana. Lima daerah yang tidak mendapatkan dana stimulan rumah dari BNPB yakni Sumba Tengah, Manggarai, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Ambrosius mengatakan, saat ini dana stimulan sudah masuk ke rekening masing-masing daerah, namun hampir semua belum disalurkan bagi masyarakat. Menurutnya, besaran anggaran stimulan untuk NTT sebesar   Rp.849.330.000.000-, (delapan ratus empat puluh sembilan miliar tiga ratus tiga puluh juta rupiah).

Dana stimulan rumah korban badai Seroja di NTT (Joe-KatongNTT)

“Itu yang sampai sekarang belum ada realisasinya dan menjadi perhatian publik,” kata Ambrosius.

Saat ini dana sudah berada di rekening masing-masing BPBD Kabupaten maupun Kota. Dana tersebut belum ditransfer ke rekening warga penerima karena masih harus dilakukan verifikasi dan validasi data.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD NTT, Yosef H. Silnamin mengatakan, proses verifikasi dan validasi akan dilakukan oleh tim teknis yang dibentuk oleh masing-masing daerah. Dana operasional tim teknis ini, kata Yosef, disediakan oleh masing-masing daerah.

Yosef menjelaskan, dari informasi yang didapatkan dari semua daerah, kendalanya saat ini adalah belum ada dana operasional untuk verifikasi dan validasi. Mekanisme penyaluran dana stimulan rumah ini disalurkan melalui rekening yang sudah dibuka oleh masing-masing penerima dana stimulan yang namanya sudah terdaftar.

“Setekah proses verifikasi dan validasi selesai, blokir pada rekening akan dibuka sehingga warga bisa menggunakan dana stimulan tersebut,” ujar Yosef.

Verifikasi dan validasi ulang data ini dilkukan untuk melihat kembali kerusakan yang ada. Yosef mengatakan, tim teknis akan melibatkan banyak pihak termasuk RT setempat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir namanya tidak terakomodir.

Dana yang tersedia saat ini diperuntukan bagi 53.400 warga penerima manfaat. Jumlah ini berkurang dari data kerusakan yang terekam sebelumnya yakni 53.432 unit rumah. Proses pengurangan ini, kata Yosef, terjadi karena ada pendobelan nomor kartu keluarga.

“53.400 unit rumah ini yang ada dananya. Data ini adalah hasil Reviu APIP yang dilakukan Inspektorat BNPB,” ujar Yosef.

Sebaran rumah warga yang akan menerima dana stimulan dari BNPB (Joe-KatongNTT)

Jumlah rumah rusak berat dari 16 kabupaten dan Kota sebanyak 5.346 unit, rusak sedang 6.766 unit dan rusak ringan sebanyak 41.288 unit rumah. Alokasi dana yang disiapkan untuk tiap kategori keruskan yakni untuk rusak berat sebanyak Rp. 50 juta, rusak sedang Rp. 25 juta dan rusak ringan Rp. 10 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan, untuk Kota Kupang, sudah ada 48  dari 51 Kelurahan yang sudah membuka rekening bagi warga penerima dana stimulan rumah. Namun baru 5 Kelurah yang sudah dibuka blokirnya, yakni Kelurah Tuka Daun Merah, Bonipoi, Tode Kiser, Oepura dan Naikoten 2.

Menurutnya, target dari Pemerintah Pusat dana stimulan sudah harus disalurkan pada bul;an Mei. Untuk pembukaan blokir, kata Ernest, perlu dilengkapi SPJ (Surat Pertanggungjawaban). Setiap Kelurahan yang sudah melengkapi SPJ akan langsung dibuka blokirnya.

“Kami tidak menunggu sampai semua Kelurahan lengkap baru membuka blokir, tapi setiap kelurahan yang SPJnya sudah lengkap langsung kami buka blokirnya,” ujar Ernest pada Senin (/4/2022).

Untuk Kota Kupang, sebanyak 12.192 KK yang berhak mendapatkan dana stimulan rumah dengan kategori rusak berat sebanyak 403 KK, rusak sedang sebanyak 863 KK dan rusak ringan sebanyak 10.926 KK. Total dana yang disediakan untuk Kota Kupang sebesar Rp. 150.985.000.000-, (seratus lima puluh miliar sembilan ratus delapan puluh lima juta rupiah).

Pekerjaan rumah lain pasca badai seroja yang sementara dilakukan dimasa transisi bencana ini adalah perbaikan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan yang dilakukan Kementerian PUPR. Ambrosius mengatakan, ada juga reloksi ex situ yang juga dikerjakan oleh Kementerian PUPR. (K-04)””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *