• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Pemerintah Belum Terima Hasil Investigasi Mauritius Soal 7 ABK Hilang

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wajah-ABK-Indonesia-Petrus-CT-berdarah-disebabkan-sabetan-ABK-Vietnam-pada-26-Februari-2021-di-Laut-Mau ritius-Afrika (KatongNTT)

Wajah-ABK-Indonesia-Petrus-CT-berdarah-disebabkan-sabetan-ABK-Vietnam-pada-26-Februari-2021-di-Laut-Mauritius-Afrika (KatongNTT)

0
SHARES
259
VIEWS

Kupang-Pemerintah Indonesia telah mengirimkan 5 nota diplomatik kepada pemerintah Mauritius tentang 7 ABK hilang. Hasil penyelidikan aparat hukum Mauritius juga belum disampaikan kepada pemerintah Indonesia.

Sementara, September 2021 Kepolisian Mauritius menyatakan 7 ABK hilang atau sekitar 7 bulan sejak perkelahian antara ABKIndonesia dengan ABK Vietnam.

BacaJuga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026
Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

27 Desember 2025

Perkelahian di Port Louis, Mauritius mengakibatkan 7 ABK asal Indonesia belum ditemukan hingga saat ini.

“Kami terus mendesak pemerintah Mauritius untuk investigasi menyeluruh sehingga jelas nasib 7 ABK ini dan menyerahkan hasilnya,” kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri kepada KatongNTT, 13 Januari 2022.

Dalam perkembangan terakhir, Judha mengatakan, berkas penyelidikan telah dilimpahkan ke Kantor Deputy Public Prosecutions (DPP) untuk proses lebih lanjut.

Namun belum ada informasi resmi dari Pemerintah Mauritius mengenai hasil penyelidikan hukum terkait 7 ABKhilang.

Judha kemudian menjelaskan tentang kasus 7 ABK hilang pertama kali diketahui dari Kedutaan Besar RI di Antananarivo pada 3 Maret 2021. Indonesia tidak punya Kedutaan di Mauritius.

Enam ABK bekerja pada kapal Wei Faa dan satu ABK di kapal De Hai 16. Keduanya kapal penangkap ikan berbendera Taiwan.

Berdasarkan keterangan saksi mata, pada 26 Februari 2021 malam, diduga telah terjadi perkelahian yang melibatkan ABK Vietnam dan ABK Indonesia di kapal Wei Faa.

Aparat keamanan Mauritius menarik kapal Wei Faa ke Port Luis, namun ke-7 ABK WNI tidak ditemukan. Aparat setempat kemudian menahan kapal Wei Fa beserta seluruh kru termasuk kapten kapal (warga negara Vietnam). Aparat menilai terdapat indikasi tindak kriminal.

Menurut Judha, Kementerian Luar Negeri dan KBRI Antananarivo telah melakukan sejumlah langkah di antaranya telah menyampaikan 5 nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Mauritius. Kemudian keduanya menyelenggarakan pertemuan daring, dan komunikasi secara reguler dengan instansi terkait di Mauritius.

Kemudian, Kementerian Luar Negeri juga menjalin komunikasi langsung dengan keluarga para ABK sejak awal kasus terjadi, termasuk membuat grup whatsapp untuk update informasi.

KBRI Antananarivo telah menyediakan Work Access Pass bagi penterjemah bahasa Vietnam untuk mempercepat proses penyidikan oleh aparat Mauritius. “Warga Vietnam tidak bisa berbahasa Inggris,” kata Judha.

Kementerian, Judha melanjutkan, berkoordinasi dengan Kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah untuk penanganan kasus 7 ABK hilang.

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei untuk meminta pertanggungjawaban pemilik kapal penangkap ikan berbendera Taiwan.

KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan Dewan Pertanian dan Perikanan Taiwan (COA). Selanjutnya COA memerintahkan kedua pemilik kapal berbendara Taiwan itu untuk mengambil langkah pemenuhan hak-hak 7 ABK hilang.

COA kemudian diminta menyampaikannya kepada pihak keluarga.

Pernyataan Padma Indonesia bahwa pemerintah bertanggung jawab mengumumkan secara resmi nasib 7 ABK hilang, dijawab Judha singkat: “Mengumumkan ke publik? Publik yang mana?”

KatongNTT menjelaskan bahwa Padma Indonesia meminta pemerintah mengumumkan kepada keluarga korban, Judha tidak memberikan tanggapan. (Redaksi)

Tags: #7ABKHilang#DirekturPerlindunganWNI#KBRIAntananarivo#Mauritius
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

by Rita Hasugian
27 Desember 2025
0

Kupang – Marselinus Seke menahan rasa sakit pada kedua kakinya yang bengkak setiap kali melangkah. Kulit kakinya melepuh,  mengeluarkan cairan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati