Pernah Dibantu BUMN, Bank Sampah Batu Cermin-Labuan Bajo Nyaris Tutup

Aktivitas bank sampah Batu Cermin, Manggarai Barat

Aktivitas bank sampah Batu Cermin, Manggarai Barat

Labuan Bajo – Pengelolaan sampah merupakan hal krusial di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai destinasi wisata super prioritas (DSP). Sejumlah program dilakukan, salah satunya mendorong kehadiran bank sampah. Ada bank sampah yang pernah dibantu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru kesulitan operasional dan nyaris tutup.

Hendrikus, Ketua Bank Sampah Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, sudah menjalankan aktivitasnya sejak dua tahun silam. Sekalipun agak tersendat karena pandemi, operasional tetap berjalan untuk mengumpulkan sampah dari para nasabahnya.

“Penjualan sampah dari nasabah belum bisa menutupi operasional. Dua dari lima karyawan sudah mundur sejak awal tahun 2022 ini. Jadi kendaraan dan peralatan yang dibantu pemerintah serta PT Pegadaian ini tidak beroperasi optimal,” kata Hendrikus kepada KatongNTT.com.

Baca : Menjelang G20, Sampah Jadi Tema yang Terus Dibahas di Labuan Bajo

Seperti dilansir https://portal.manggaraibaratkab.go.id pada bantuan bank sampah itu diberikan sebagai rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di Labuan Bajo.

KatongNTT.com berusaha mengonfirmasi kepada pihak Badan Usah Milik Desa (Bumdes) yang bertanggung jawab atas kerja sama dengan PT Pegadaian setempat, namun belum ada tanggapan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bantuan program corporate social responsibility (CSR) BUMN tersebut tidak saja di Desa Batu Cermin. Namun, ada juga di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo yang disalurkan oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI Persero) dengan kondisi memprihatinkan.

Baca : Sengkarut Penanganan Sampah di Kelurahan Kolhua

Pada Desember 2021 lalu, PT Astra Internasional menyumbang satu unit mesin program Eco Edu Tourism Hilirisasi Pengolahan Sampah Plastik melalui Prirolisis kepada pengurus UPS RT 12 Desa Gorontalo.

Acara serah terima tersebut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastuktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina, Camat Komodo Imran mewakili Bupati Manggarai Barat.

Seperti diketahui, sampah menjadi perhatian serius berbagai pihak jelang rangkaian pertemuan G-20 di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Sekalipun Labuan Bajo bukan merupakan lokasi pertemuan utama G-20, berbagai persiapan sudah dilakukan sejak dua tahun silam.

Catatan KatongNTT.com, hingga pekan lalu, menyebutkan dalam tiga bulan terakhir saja, tema seputar sampah itu menjadi pembahasan sejumlah kementerian terkait.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat melihat langsung kawasan Pantai Marina, Bukit Pramuka, Labuan Bajo, pada akhir Desember lalu menyinggung ketersediaan tempat sampah.

Pekan kedua Januari lalu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membahas isu pengolahan sampah dalam rapat koordinasi percepatan pengembangan Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo.

Kementerian Ligkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri juga sebenarnya mempunyai program mendukung pengelolaan sampah terintegrasi di lima DSP, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Likupang di Sulawesi Utara dan Labuan Bajo.

Pembahasan soal sampah paling terakhir saat Rakor Persiapan Penyelenggaraan Pertemuan ke-2 Sherpa G20, di Ayana Komodo Resort Labuan Bajo, Selasa (1/3/2022). Kegiatan itu dilakukan Kemenko Bidang Perekonomian melalui Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Internasional.

Rakor dipimpin Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso selaku Ketua Sekretariat Bidang Sherpa Track dan Finance Track di dampingi Pejabat dari Kementerian Luar Negeri Trian. 

Susiwijono, seperti dilansir Infopublik.id, menjelaskan sekitar sepuluh kegiatan digelar di Labuan Bajo terkait dengan pelaksanaan G20. Sedangkan Trian menyinggung isu lingkungan. Dirinya berharap agar pengelolaan sampah di Manggarai Barat harus dijalankan dengan baik, terutama sampah plastik. [K-02]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *