• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Musim Tanam Tiba Pupuk Subsidi Langka di Sikka, Mengapa?

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Marino petani di Sikka yang mengeluhkan pupuk subsidi langkah (Winsensius-KatongNTT.com)
0
SHARES
170
VIEWS

Maumere – Masalah pupuk langka kembali berulang di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sekitar Rp 33 triliun untuk subsidi pupuk tahun ini. Sejumlah terobosan teknologi pendataan jumlah petani dan pendistribusian pupuk telah dibuat, namun masalah pupuk langka masih ditemui.

Seperti  terjadi  di Desa Heo Puat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka  pada musim tanam Desember 2022. KatongNtt.com mewawancarai Marino,  petani di Desa Heo Puat yang menjadi anggota kelompok tani di desanya pada 2 Desember 2022.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Marino menjelaskan, para petani di Desa Heo Puat kesulitan mendapatkan pupuk  padahal saat ini menjelang musim tanam.

“Menjelang musim tanaman mulai tumbuh pupuk menjadi langka,” kata Marino pada 2 Desember 2022.

Menurut Marino, saat ini para petani di Desa Heo Puat mulai bertanam jagung dan padi. Justru di masa musim tanam ini, mereka kesulitan untuk mendapatkan pupuk.

Baca juga: Pupuk Langka di NTT, Apa Akar Masalahnya?

Untuk mendapatkan pupuk subsidi, mereka harus melalui sejumlah persyaratan. Jika syarat dipenuhi, bukan berarti pupuk langsung diterima. Para petani diminta menunggu sekitar Januari 2023, ketika para petani  sudah selesai menanam padi dan jagung.

“Kami punya petugas lapangan bilang pupuk bersubsidi kami bisa dapat, tapi sekitar Januari 2023. Kalau Januari 2023 baru dapat berarti akan tidak tepat sasaran. Karena bagi kami Januari 2022 tanaman sudah siap panen,” ujar Marino.

Marino menjelaskan, ada toko penjual pupuk di Maumere, ibukota Sikka. Namun petani yang mau membeli pupuk diwajibkan membawa surat rekomendasi dari petugas lapangan. Namun bukan berarti membawa surat rekomendasi berarti petani menerima pupuk.

“Itu kadang kita tidak dapat pupuk,” ujarnya.

KatongNTT.com menemui toko Dirgahayu yang menjual pupuk beralamat di Jalan Moa Toda, Kota Baru, Kecamatan Alok Timor, Kabupaten Sikka.

Budi Gomel selaku penyalur pupuk toko Dirgahayu Maumere menjelaskan,  tokonya hanya berperan untuk menyalurkan pupuk subsidi berdasarkan data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK). Data ini diinput melalui aplikasi t-Pubers.

Baca juga: Pemprov NTT Siapkan Rp. 1 Triliun Untuk Program Tanam Jagung Panen Sapi

Menurut Budi Gomel, semua informasi tentang kebutuhan kelompok tani ada  dalam e-RDKK. Alur penginputan informasi adalah data yang dihimpun dari kelompok tani diterima Penyuluh Pertanian LapangaN (PPL). Kemudian  PPL  menginputnya ke tim e-RDKK Kecamatan.

Data kecamatan kemudian direkap di kabupaten untuk kemudian diteruskan ke Dinas Pertanian Provinsi NTT dan dikirim ke Kementerian Pertanian.

Budi Gomel penyalur pupuk subsidi di Kabupaten Sikka (Winsensius - KatongNTT.com)
Budi Gomel penyalur pupuk subsidi di Kabupaten Sikka (Winsensius – KatongNTT.com)#Pup

Menurut Budi,  kuota pupuk bersubsidi untuk Sikka pada tahun 2022 sebanyak 1.200 ton pupuk Urea dan 209 ton pupuk MPK.  Nah, petani yang tidak masuk dalam data e-RDKK berarti namanya tidak muncul di aplikasi t-Pubers. Dengan  begitu dia tidak akan melayani permintaan pupuk dari petani yang datanya tidak ada di eRDKK.

“Petani yang bisa dilayani hanya petani yang sudah bergabung di kelompok tani dan namanya sudah terdaftar dalam data eRDKK,” ujar Budi.

Lalu, mengapa kelompok petani Desa Heo Puat di Kecamatan Hewokloang tidak mendapatkan pupuk?

Budi mengatakan, petani dari Kecamatan Hewokloang tidak pernah beli pupuk subsidi. Sehingga kuota untuk tahun 2022 dialihkan ke kecamatan lain yang membutuhkan.

“Hewokloang itu alokasi dalam SK di Kabupaten itu ada, persoalannya mereka ini tidak pernah beli,” kata Budi.

Dia menjelaskan, kuota pupuk untuk petani sebenarnya banyak. Satu petani bisa mendapat pupuk urea 10 karung dan MPK 15 karung.  Tetapi petani mungkin hanya pakai 1 atau 2 karung saja. Sehingga selebihnya  dialihkan ke petani di daerah lain yang membutuhkan.

Baca juga: Australia Latih Petani Sayur di Kota Kupang Membuat Pupuk

Sementara kuota subsidi pupuk tahun 2022 akan ditutup pada tanggal 28 Desember 2022. Kuota pupuk subsidi tahun 2023 dibuka lagi pada awal Januari 2023.

Marino berharap semoga ada pihak berwenang untuk memperhatikan masalah kelangkaan pupuk subsidi yang dialami petani. Dan berharap ketersediaan pupuk itu disesuaikan dengan masa tanam para petani.

Hingga laporan ini ditayangkan, Pemerintah Daerah Sikka belum memberikan penjelasan tentang masalah kelangkaan pupuk.  (Winsensius)

Tags: #eRDKK#Kabupatensikka#PenyuluhPertanianLapangan#PetanidiDesaHeoPuat#Pupuksubsidi#t-Pubers$Penyalurpupuksubsidi
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati