Petrus Fi Ubah Bukit Gersang Jadi Tempat Wisata Nio Lena

Pensiunan PT PLN ini menyulap bukit gersang itu menjadi destinasi wisata alam menakjubkan Bukit Nio Lena. di Ende.

Petrus-Fi-pemilik-Bukit-Nio-Lena-dua-dari-kanan-bersama-Wakil-Ketua-DPRD-Ende-Erikos-Emanuel-Rede (berkacamata), Kamis, 28 Juli 2021. (Torres-KatongNTT.com)

Petrus-Fi-pemilik-Bukit-Nio-Lena-dua-dari-kanan-bersama-Wakil-Ketua-DPRD-Ende-Erikos-Emanuel-Rede (berkacamata), Kamis, 28 Juli 2021. (Torres-KatongNTT.com)

Tangan dingin Petrus Fi telah mengubah bukit gersang Wolotopo di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi tempat wisata terkenal yang diberi nama Nio Lena.

Pensiunan PT PLN ini menyulap bukit gersang itu menjadi destinasi wisata alam menakjubkan Bukit Nio Lena.

Selama sekitar enam tahun Petrus Fi membangun kawasan wisata Nio Lena yang menawarkan keindahan pantai selatan Laut Ende,Laut Sawu serta Gunung Meja kepada para wisatawan.

Lokasi wisata ini mudah dijangkau, hanya sekitar 20 menit naik kenderaan mobil atau sepeda motor dari pusat ibukota Ende.

Petrus Fi menuturkan, ide membangun bukit gersang menjadi kawasan wisata berawal dari amanat orang tuanya agar Nio Lena dapat terkenal dengan keindahan alamnya yang dapat dinikmati banyak orang.

“Ini amanat orang tua saya untuk menjadikan tempat ini menjadi tempat wisata, pasca purna bakti sebagai pegawai Perusahan Listrik Negara,” kata Petrus Fi, Kamis, 29 Juli 2021.

Mengapa Petrus Fi memberi nama kawasan itu Nio Lena?

Pria berusia 60 tahun ini menjelaskan, nama Nio Lena diambil dari kata Nio yang artinya kelapa dan Lena merupakan nama leluhur Petrus Fi. Leluhurnya yang pertama kali menanam pohon kelapa di bukit itu.

Petrus Fi membangun bukit gersang itu berdasarkan pengalamannya berwisata ke berbagai tempat di luar NTT saat bertugas. Juga terinspirasi dari kunjungannya ke Labuan Bajo di Pulau Flores.

“Setelah saya berpetualangan ke sejumlah daerah di Pulau Flores dan hasil jalan-jalan kami ke pulau itu akhirnya saya bersama teman dianugrahi pikiran seperti ini,” ujar Petrus Fi yang kini aktif di jalur politik sebagai anggota Partai Nasdem.

Lopo-lopo, tempat berteduh di taman wisata Nio Lena di Ende.

Pada tahun 2010, dia mulai menata bebatuan di bukit Wolotopo untuk disusun menjadi lokasi wisata yang menyenangkan. Dia menata jalur jalan agar nyaman bagi wisatawan. Beberapa lopo didirikan dengan konsep sederhana.

Pada 2017 tempat wisata bukit Nip Lena resmi dibuka. Banyak pengunjung datang menikmati tempat wisata baru di kota Ende.

Saat pandemi Covid-19 menerjang Ende, jumlah wisatawan ke Bukit Nio Lena mendadak sepi. Pandemi telah memukul bisnis pariwisata di Ende. Hal serupa di berbagai daerah bahkan terjadi secara global.

Petrus Fi berharap wisata Bukit Nio Lena yang dirintisnya dapat membawa dampak positif bagi warga sekitar. Setidaknya mengurangi angka kemiskinan di Ende.

Jurnalis KatongNTT di Bukit Nio Lena di Ende, Provinsi NTT.

Seorang pengunjung Erikos Emanuel Rede, Wakil Ketua DPRD Ende mengatakan, dirinya menikmati keindahan alam yang disajikan dari bukit Nio Lena.

“Alamnya sangat bagus, disini juga kita merasakan hembusan angin laut yang menyenangkan,” kata Erikos.

Menurut Erik, Petrus Fi melakukan transformasi sosial yang patut jadi contoh bagi siapa saja yang ingin terjun di dunia pariwisata, khususnya generasi muda di Ende.

“Bayangkan, di usia purnabakti, dia tetap melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Bagi saya, apa yang dilakukanya saat ini merupakan motivasi bagi semua orang yang ingin terjun ke dunia pariwisata,” ujar Erikos. (Torres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *