• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Polisi Asal Ngada Setahun di Papua, Pulang Tak Bernyawa

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Polisi Asal Ngada Setahun di Papua, Pulang Tak Bernyawa
0
SHARES
103
VIEWS

Kupang – Nyawa Bonifasius Jawa tak tertolong usai punggungnya tertembak. Peluru dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melubangi tubuhnya saat kontak-tembak, Rabu 22 November 2023.

Lelaki asal Kabupaten Ngada itu berusia 23 tahun. Boy, panggilan bagi Bharada anggota Kompi 1 Batalion C Satbrimob Polda NTT ini.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Hampir setahun ia menjadi bagian dari Satuan Tugas Damai Cartenz (Satgas DC) di Papua hingga datang kejadian mengenaskan siang itu. Baku tembak dengan KKB pecah pukul 12.28 WIT di sekitar Kampung Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Baca juga : NTT Yang Miskin Selama 8 Gubernur Berganti

Saat itu mereka turun ke lokasi pukul 08.20 WIT untuk melakukan pengamanan. Tak lama berselang terjadi kontak tembak dengan KKB.

Bharatu Rani Yohanes Seran, rekannya yang juga dari NTT, tertembak di paha kiri. Rani selamat dalam baku tembak itu tapi tidak dengan Boy. Keduanya dievakuasi ke Rumah Sakit Sugapa dan Boy dinyatakan tewas.

Boy Jawa (ujung kanan) dan Rani Seran (ujung kiri) sesaat sebelum kejadian kontak tembak di Intan Jaya, Papua Tengah. (Dok. Istimewa).

Kapolri Listyo Sigit Prabowo pasca kejadian itu pun memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) bagi kedua anggota yang tertembak ini. Pangkat Boy dari Bharada menjadi Bharatu. Pangkat Rani dari Bharatu menjadi Bharaka.

Baca juga : Kapolda NTT Benarkan ‘Teror’ di Rumah Jabatan Pasca Pengrusakan Fasilitas Polisi

Jenazah Boy akan tiba di Kupang, Jumat 24 November 2023, dan disemayamkan di Mako Brimob Polda NTT untuk mendapat penghormatan terakhir.

Sebelum ke Kupang akan transit terlebih dahulu di Jakarta setelah tiba dari Timika pada Kamis 23 November 2023, pukul 14.00 WIB. Perjalanan dari Jakarta dimulai esoknya saat dini hari pukul 02.00 WIB dan tiba di Kupang pukul 06.10 WITA.

Baca juga : AirAsia Resmi Layani Kupang – Bali, Harga Tiket Rp 1,5 Juta

“Jenazah akan tiba di Kupang pada Jumat pagi pukul 06.00 WITA dan dibawa ke Mako Brimob untuk disemayamkan hingga pukul 10.00 WITA,” ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy.

Suasana rumah duka di Kelurahan Mangulewa, Bajawa, Kabupaten Ngada. (Dok Istimewa)

Setelahnya akan diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Mangulewa, Kabupaten Ngada untuk pemakaman yang rencananya dilaksanakan Sabtu 25 November 2023. ***

Tags: #BharadaBonifasiusJawa#BoyJawa#BrimobPoldaNTT#Kapolri#KKBPapua#KKBtembakbrimob#ListyoSigit#Ngada#PapuaTengah#TewasdiPapu
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati