• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Polisi Lepaskan Terduga Jaringan Perdagangan Perempuan Adonara, NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Polisi melepaskan Ahmad Yani, terduga jaringan perdagangan perempuan Adonara, NTT di Medan, Provinsi Sumatera Utara pada akhir Maret 2022. (KatongNTT.com)

Polisi melepaskan Ahmad Yani, terduga jaringan perdagangan perempuan Adonara, NTT di Medan, Provinsi Sumatera Utara pada akhir Maret 2022. (KatongNTT.com)

0
SHARES
487
VIEWS

Kupang– Kepolisian Percut Sei Tuan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara telah melepaskan pria terduga pelaku perdagangan orang yakni, seorang perempuan Adonara di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Ipt. Bambang kepada KatongNTT, 1 April 2022, pria itu bernama Ahmad Yani. Dia mendirikan perusahaan perekrut tenaga kerja, PT Mitra Asia Sehati.

BacaJuga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

15 Agustus 2026
Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

8 Juli 2026

“Dia sudah dilepaskan karena keluarga korban dan dia sudah berdamai. Surat perdamaiannya ada,” kata Bambang tanpa merinci tentang proses perdamaian itu.

Sebelumnya, perempuan Adonara bernama Katarina Kewa Tupen, 21 tahun, mengatakan kepada KatongNTT, perdamaian itu hanya terkait dengan tuntutan Ahmad Yani untuk membayar semua biaya yang dikeluarkan membawa dirinya ke Medan. Ahmad Yani menyebut biayanya sebesar Rp 11 juta lalu berubah menjadi Rp 7 juta.

Karena keluarga korban tidak memiliki uang sebanyak itu, kata Katarina, keluarga memilih berdamai.

“Kami berdamai itu yg dia minta tebusan 7jt itu tpi untk yang lain tdk ada damai kaki sy yg d pukuli jg tdk ada damai,” kata Katarina melalui pesan pendek kepada KatongNTT, 2 April 2022.

Surat Perdamaian antara Katarina Kewa Tupen, korban jeratan perdagangan orang dan Ahmad Yani Siregar, perekrut Katarina. (KatongNTT.com)

Bambang membenarkan bahwa perdamaian keluarga korban dan Ahmad Yani tidak menghentikan penanganan kasus dugaan perdagangan orang. Menurutnya, Ahmad Yani bersikap kooperatif dan rumahnya tidak jauh dari kantor Polsek Percut Sei Tuan, sehingga dilepaskan.

“Tapi tetap dalam pengawasan Polsek. Kapolri kan sudah sudah menekankan restorative justice dalam menangani kasus,” ujar Bambang.

Bambang kemudian mengutip penjelasan Ahmad Yani bahwa tidak ada upaya pengiriman Katarina ke luar negeri. Katarina akan dipekerjakan di panti jompo di Medan. Dan, perusahaan diklaim Ahmad Yani legal.

Selama disekap, kata Bambang, Ahmad Yani memberikan akses kepada Katarina untuk bertelepon dengan keluarganya. pengaduan Katarina bahwa Ahmad Yani memukul kaki kanannya dengan kayu karena ketahuan menghubungi polisi, Bambang mengutip penjelasan Ahmad Yani bahwa Katarina jatuh dari tangga di dalam rumah penampungan calon pekerja.

Menurut Bambang, pihaknya telah melakukan cross-check atas penjelasan Ahmad Yani kepada Katarina.

Gabrial Goa, Ketua Pembina Padma Indonesia mengatakan, korban dan keluarga dalam posisi terjepit untuk mengembalikan uang sebesar Rp 7 juta. Sehingga mereka terpaksa berdamai dengan terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) itu.

“Tapi kasus hukum kekerasan fisik dan psikis serta dugaan TPPO tetap berjalan,” kata Gabriel. Padma Indonesia merupakan jaringan kerja kemanusiaan untuk menyelamatkan Katarina dari jerat jaringan perdagangan orang. (Rita Hasugian)

Tags: #Humantrafficking#KatarinaKewaTupen#PolsekPercutSeiTuan#PTMitraAsiaSehati#tppo
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

by Rita Hasugian
15 Agustus 2026
0

“Kami ndak beli bahan makanan. Hasil ladang ini cukup untuk setahun,” kata Suwandang (51). Akhir Juni lalu, rumahnya ramai. Warga...

Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

by KatongNTT
8 Juli 2026
0

 KatongNTT – Aktivitas proyek panas bumi di Bondowoso (Jawa Timur), Mandailing Natal (Sumatera Utara), dan Ngada (Nusa Tenggara Timur)  telah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati