Kupang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029 berdasarkan hasil Pemilu 2024.
Prabowo-Gibran unggul di 36 dari 38 provinsi di Indonesia dengan perolehan 96.214.691 suara atau mendominasi 58,6 persen. Kemenangan terbesar keduanya di Jawa Barat yakni 16,8 juta suara dan Jawa Timur 16,7 juta suara.
Baca juga : KPU NTT Temukan TPS Tanpa Suara di Alor
Menurut KPU RI perolehan suara pasangan nomor urut 2 ini mengalahkan dua pasangan lain. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mendapat 40.971.906 suara dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md (GAMA) dengan 27.040.878 suara.
Prabowo – Gibran hanya kalah di 2 provinsi saja yaitu Sumatera Barat dan Aceh. Mereka ditaklukan AMIN yang memperoleh 1,7 juta suara di Sumatra Barat dan 2,3 juta suara di Aceh.
Sedangkan pasangan Ganjar – Mahfud tidak memenangi satu provinsi pun. Pasangan ini meraih suara terbesar di Jawa Tengah saja, 7,8 juta suara dari 38 provinsi di Indonesia. Namun suara Prabowo – Gibran unggul jauh di Jawa Tengah yaitu 12 juta suara.
Baca juga : Rekam Jejak Prabowo – Gibran Menuju Pilpres 2024
“Total surat suara sah seluruhnya berjumlah 164.227.475 suara,” sebut Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu 20 Maret 2024 mengutip Antara.
Prabowo juga telah berpidato usai kemenangannya ini di kediamannya di Kertanegara IV, Jakarta, Rabu 20 Maret 2024.
Ia malam itu mengajak seluruh rakyat untuk rukun, bersatu, juga menghormati perbedaan pendapat. Prabowo juga berjanji akan membuktikan kerja keras mereka kepada masyarakat yang telah memberi mandat keduanya sebagai presiden dan wakil presiden.
“Kita harus bersatu untuk menghilangkan kemiskinan dan menghilangkan kelaparan, dan menghilangkan penderitaan dari rakyat kita. Itu adalah cita-cita perjuangan Koalisi Indonesia Maju,” tukasnya mengutip CNN.
Baca juga : Dampak Ahok ke NTT di Tengah Amuk Prabowo dan Para Menteri
Gibran pada Kamis ini, 21 Maret 2024, mengaku akan bertemu Prabowo dalam pekan ini setelah ia menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Solo terlebih dahulu.
AMIN dan Ganjar Menggugat ke MK
Pada hari yang sama Tim Hukum Nasional (THN) AMIN mendaftarkan gugatan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua THN AMIN, Ari Yusuf Amir, mengatakan soal dugaan pelanggaran mulai dari keterlibatan aparat dan pengerahan kepala desa dalam Pilpres 2024. Bukti-bukti berbentuk berkas ratusan halaman itu telah diserahkan ke MK.
Menurutnya banyak terjadi pengkhianatan konstitusi yang dilakukan secara terstruktur sistematis dan masif untuk memenangkan pasangan nomor 2.
Baca juga : Petugas Meninggal, Ahli Usul Ubah Sistem Pemilu Terbuka
“Fakta-fakta yang kami temukan di lapangan, pembagian bansos yang begitu masif, aparat penyelenggara pemilu ikut main, aparat pemerintah ikut main, itu semua kami uraikan di permohonan kami,” tambahnya.
Temuan ini sebelumnya telah disampaikan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pada malam pengumuman KPU tentang pemenang pilpres dan pileg 2024.
“Terlalu banyak temuan-temuan proses demokrasi yang tidak berintegritas ini yang telah dikumpulkan oleh Tim Hukum Timnas Amin,” tutur pasangan calon wakil presiden dari Anies Baswedan ini.
Baca juga : Rekam Jejak Anies – Muhaimin dalam Sejumlah Kasus
Dalam akun Instagram Anies Baswedan, keduanya juga menyampaikan kecurangan dan berbagai hal tak wajar lainnya ini jauh terjadi sebelum pencoblosan.
Ganjar Pranowo dan Mahfud Md pun akan melayangkan gugatan sengketa hasil Pilpres 2024 ke MK.
Ganjar dalam konferensi pers di Jalan Teuku Umar 9, Jakarta Pusat, Kamis ini 21 Maret 2024, mengatakan MK harus menunjukkan kredibilitasnya.
Baca juga: El Asamau Gugat Hasil Pemilu ke MK
MK disebutnya jadi bagian dari polemik pemilu 2024 ini namun ia berharap MK dapat mengembalikan marwah demokrasi.
“Kami sudah menyiapkan tim hukum untuk kita segera mendaftarkan, apakah besok atau Sabtu,” tukasnya melansir detik.com
Ganjar-Mahfud sendiri justru kalah di provinsi basis suara partai yang mengusung mereka yaitu PDI Perjuangan.
Baca juga : Ganjar dan Megawati Dijadwalkan ke NTT
Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis, sampai terheran-heran dengan hasil pemilu kali ini.
“Saya tidak pernah percaya kenapa Ganjar-Mahfud itu tidak menang di Bali, padahal itu stronghold-nya PDI-P. Mengapa Ganjar kalah di Jawa Tengah, kenapa Ganjar kalah di Sulawesi Utara, unbelievable (sulit dipercaya), NTT juga,” kata Todung di Posko Teuku Umar, Jakarta, Rabu 20 Maret 2024. ****


