Pupus Harapan Mama Tabita, Pedagang Kulineran Malam di El Tari

Selama sekitar seperempat abad berdagang kulineran di El Tari, hanya sekali mama Tabita mendapatkan bantuan dari pemerintah NTT di masa Gubernur Herman Musakabe.

Mama Tabita Lai, Pedagang Kulineran Malam di El Tari meninggla tanggal 1 Juli 2021 karena asma akut. (Nj)

Mama Tabita Lai, Pedagang Kulineran Malam di El Tari meninggla tanggal 1 Juli 2021 karena asma akut. (Nj)

Saat matahari mulai merunduk di Jalan El Tari, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sejumlah perempuan sibuk mengemasi barang-barang yang ada di dalam gerobak dorong atau kardus dan kontainer plastik berukuran besar. Mereka yang disapa mama menata wadah aluminium besar berisikan bubur kacang ijo. Memasang tungku pembakaran pisang dan jagung.

Suami dan anak-anak mereka menata meja kayu, kursi-kursi, piring plastik kecil dan air mineral untuk pelanggan mereka. Berbagai jenis sachet minuman tergantung di meja lain bersama sejumlah wadah tempat bumbu penyedap pisang bakar dan jagung bakar.

Tabita Lai, 60 tahun, adalah satu dari sekitar 14 mama-mama yang berdagang di El Tari hingga dini hari. Mereka sudah berdagang di lokasi persis seberang kantor Gubernur NTT sejak tahun 1990-an.

Saat KatongNTT mewawancarai mama Tabita, kedua bola matanya memberi sinyal mengantuk dan lelah, namun ia berusaha kuat dan tersenyum.

Ibu yang menikahi pria asal Sabu dan memiliki 6 anak menuturkan, dia sudah berdagang kuliner malam di El Tari sejak sekitar tahun 1995. Selama sekitar seperempat abad berdagang kulineran di El Tari, hanya sekali mama Tabita mendapatkan bantuan dari pemerintah NTT di masa Gubernur Herman Musakabe, berupa gerobak, termos, dan uang Rp 50 ribu.

Dia berharap bantuan modal dari pemerintah yang berkuasa saat ini. Namun, harapan itu pupus sudah. Sekitar jam 8 malam pada 1 Juli 2021, mama Tabita menghembuskan nafas terakhirnya. Menurut anggota keluarga yang ditemui KatongNTT, Tabita menderita asma sejak 30 tahun lalu. Selamat jalan mama Tabita, rasa lelah, capek, dan kedinginan di malam hari sudah tidak membebanimu lagi… (Nj/Rita Hasugian)

3 thoughts on “Pupus Harapan Mama Tabita, Pedagang Kulineran Malam di El Tari

  1. Mama ewww.. bahagia di surgamu Ina tana ewww 😭😭😭.. pngn blng klau sya rindu Ina tana eww 🙏🏻

  2. Trt berduka cita utk kepulangan mama tabitha lay t4 nongkrong Kel kami di jl El tari, TYM n menguatkan Kel yg ditinggalkan, amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *