• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Selain Sandiaga, Jacob Nuwa Wea Pernah “Ngotot” Soal Pulau Pasir

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Peta Pulau Pasir

Peta Pulau Pasir

0
SHARES
467
VIEWS

Jakarta – Keberadaan Pulau Pasir (Ashmore Reef) yang terletak di perairan Laut Timor, wilayah selatan Indonesia, terus menyimpan tanda tanya. Sebelum Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Alm Jacob Nuwa Wea juga pernah ngotot soal Pulau Pasir.

Catatan KatongNTT.Com, Sabtu (12/11/2022), menyebutkan saat menjadi Menakertrans, Jacob Nuwa Wea bertekad mengambil kembali pulau yang sering nelayan dari Indonesia, khususnya Pulau Rote, Sabu, dan Makassar.  Politisi PDI Perjuangan itu berencana membangun 100 unit rumah sederhana di Pulau Pasir. Adapun biayanya diambil dari pos anggaran di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Saya akan kirim transmigran ke Pulau Pasir,” ujarnya pada akhir Desember 2002.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Investasi Kabel Laut Australia-Singapura, Bisakah NTT Mengambil Peluang?

Dalam sebuah diskusi terbatas dengan almarhum, Jacob Nuwa Wea menegaskan sangat yakin bahwa pulau tersebut sering dikunjungi nelayan-nelayan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi. Hal itu sudah terjadi sejak ratusan tahun silam dan ada sejumlah bukti sejarah. Penegasan Jacob Nuwa Wea itu kemudian menjadi kontroversi hingga akhir masa jabatannya seiring dengan turunnya Presiden Megawati Soekarnoputri.

Laut NTT Kurang Maniskah? (Bagian 1 dari 3 Tulisan)

Kondisi yang sama kembali terjadi setelah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Dia mengklaim Pulau Pasir adalah milik Indonesia sehingga setiap jengkal tanah di RI harus dipertahankan.
“Setiap jengkal tanah di negara ini harus dipertahankan. Apalagi destinasi wisata yang mendatangkan kesejahteraan, peluang usaha, dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. NKRI harga mati!” ungkapnya melalui akun Instagram pribadi, Rabu (26/10).

Australia Jadikan Pulau Pasir Area Konservasi, Sandiaga Uno dan Kemenlu Beda Suara

Tidak berapa lama, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membantah pernyataan Sandiaga Uno dan menyatakan gugusan Pulau Pasir bukanlah bagian dari wilayah Indonesia.

Ferdi Tanoni selaku pemegang mandat hak ulayat masyarakat adat Laut Timor, NTT, dengan tegas mendukung sejumlah upaya untuk memastikan Pulau Pasir adalah milik Indonesia. “Kita beri apresiasi pada Pak Sandiaga Uno, tapi perlu ada klarifikasi lanjut. Saya yakin, pernyataan sekelas Pak Sandiaga Uno pasti ada sejumlah dasar pertimbangannya,” ujarnya.

Dalam bukunya Skandal Laut Timor, Barter Politik-Ekonomi Canberra-Jakarta dengan editor Heri Soba, sudah mengulas dengan jelas soal Pulau Pasir dan batas Laut Timor. Untuk itu, perlu forum diplomasi yang sejajar dengan Pemerintah Australia dalam mengungkapkan kembali sejarah secara obyektif.

“Setiap pada isu Pulau Pasir, Kemenlu langsung reaktif untuk menyatakan sudah selesai. Padahal, masih banyak tanda tanya dalam proses diplomasi selama ini,” kata Ferdi. [K-02]

Tags: Ashmore ReefAustraliaLaut TimorPulau Pasir
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati