Sukses Beternak Ayam Kampung, Rofin Muda Bantu Anak Stunting

Damianus-Rofin-Sere-Muda-saat-diwawancari-awak-media-di-kandang-ayam-kampung-miliknya di Kabupaten Flores Timur, NTT,Kamis, 19-Agustus-2021. (SUN-Katongntt.com)

Damianus-Rofin-Sere-Muda-saat-diwawancari-awak-media-di-kandang-ayam-kampung-miliknya di Kabupaten Flores Timur, Kamis, 19-Agustus-2021. (SUN-Katongntt.com)

Kebanyakan orang masih menganggap beternak ayam kampung sebagai usaha sampingan saja. Padahal bisnis ini bisa mengubah hidup seseorang dengan penghasilan yang fantastis.

Damianus Rofin Sere Muda (36), kelahiran Lewotobi, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membuktikannya. Anak laki-laki dari pasangan Pius Tata Muda, Lusia Ema sukses beternak ayam kampung ribuan ekor dan berpenghasilan puluhan juta rupiah per bulan.

Rofin Muda, begitu dia disapa kepada KatongNTT pada Kamis, 19 Agustus 2021 menuturkan kisah suksesnya berawal dari tahun 2016, saat dia mulai menggeluti usaha beternak ayam kampung.

Mengawali usahanya, Rofin Muda memelihara ayam kampung dan ayam bangkok. Tetapi musibah datang sekitar 500 ekor ayamnya mati dalam hitungan singkat. Nyaris membuatnya putus asa.

Tak menyerah, di tahun 2019 Rofin Muda memutuskan fokus beternak ayam kampung dengan menggunakan pakan seperti dedak padi, jagung, dan diselingi pakan ayam yang dibeli dari toko serta obat dan vaksin berbahan herbal.

Rofin Muda mendatangkan DOC (day old chicken) atau ayam umur sehari dari Bali seharga Rp 900 ribu per box. Ayam itu dipelihara di atas lahan miliknya seluas 20 x 10 meter di Desa Geliting Kecamatan Kewapante dengan menyasar segmen pasar umum.

“Saya beli DOC dari Bali Rp 900 satu box yang dikirim melalui pesawat. Sekarang saya sudah memiliki mesin tetas sendiri. Puji Tuhan, usaha saya makin membaik sampai saat ini,” kata Rofin Muda yang diaminkan istrinya.

Rofin Muda memiliki tiga produk utama yaitu telur, DOC, dan ayam konsumsi. DOC juga dapat dibagi dua, yaitu kelas super dan kelas murni. Sedangkan, ayam konsumsi dapat dibagi dua, yaitu dalam kondisi hidup ataupun kondisi siap yang diolah.

“DOC saya pesan dari Jawa dan Bali sebelum saya membeli mesin tetas sendiri. Sekarang saya sudah beli berkapasitas produksi DOC 500 per bulan,” ujarnya .

Usaha beterna ayam kampungnya mampu memproduksi telur mencapai 250 butir per hari. Total ayam kampung miliknya saat ini sebanyak 1.987 ekor.

Keuntungan ayam potong lebih menggiurkan namun, Rofin Muda optimistis usaha yang diberi nama Solideo Farm memiliki segmen pasar tersendiri.

Damianus Rofin Sere Muda memberi makan ayam kampungnya, Kamis, 18 Agustus 202. (SUN-Katongntt.com)

Rofin Muda menyadari bahwa sukses beternak ayam kampung atas restu yang Maha Kuasa, sehingga dalam menjalankan bisnisnya selain mencari keuntungan juga memiliki misi kemanusiaan.

Melihat angka anak penderita stunting yang tinggi di Flores Timur membuat Rofin Muda prihatin dan mendiskusikan dengan istrinya agar bisa mengambil bagian dalam persoalan itu.

Di tahun 2019, Rofin Muda mengajukan kerja sama dengan sejumlah desa di Kecamatan Hewokloang. Dia menawarkan ide kerja sama dengan menyuplai telur dan daging ayam kampung setiap hari selama 3 bulan untuk anak stunting, gizi buruk dan ibu hamil.

Niat baik Rofin Muda direspon positif oleh pemerintah desa sehingga dialokasikan melalui ADD tahun 2020, untuk 5 desa yakni Desa Munerana, Wolomapa, Hewokloang, Kajowair dan Desa Baomekot.

“Saya prihatin dan juga peluang bisnis. Saya diskusikan dengan istri saya dan dia sangat mendukung saya kerja sama dengan desa-desa,” ujarnya.

Menurut penelitian anak berusia 6 hingga 9 bulan diberikan 1 butir telur setiap hari selama 3 bulan. Hasilnya, pertumbuhan tinggi badan naik signifikan pada anak yang mengkonsumsi sebutir telur per hari dibandingkan yang tidak.

“Saya bangga karena berhasil turunkan angka stunting di Kecamatan Hewokloang, dari 176 kasus di tahun 2020, menurun hingga tersisa 87 kasus di tahun 2021,” kata Rofin Muda

Angka stunting, gizi buruk dan ibu hamil di Desa Munerana tahun 2020 sebanyak 29 kasus turun menjadi 15 kasus. Desa Wolomapa dari 29 kasus turun menjadi 13 kasus.

Desa Hewokloang dari 30 kasus turun menjadi 3 kasus. Desa Kajowair dari 64 kasus turun menjadi 40 kasus dan Desa Baomekot 24 kasus turun menjadi 12 kasus.

“Untung adalah tujuan dalam usaha apapun, tetapi misi kemanusiaan juga harus jalan. Saya atas dukungan istri tercinta sangat bangga bisa mengambil bagian atasi stunting dan gizi buruk,” ujarnya..

Rofin berharap agar generasi muda tidak gengsi menjadi petani atau peternak. Usaha apapun asalkan tekun dan fokus pasti berhasil.”Tidak selamanya harus menjadi ASN, tetapi apapun profesi butuh kegigihan dan keuletan untuk menggapai sukses,” tutur Rofin Muda. (SUN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *