• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Tes PCR Gratis di Kota Kupang, Ini Syaratnya

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Petugas-Kesehatan-Laboratorium-Biokesmas-NTT-melakukan-tes-usap-kepada-seorang-warga (Ra-KatongNTT.com)

Petugas-Kesehatan-Laboratorium-Biokesmas-NTT-melakukan-tes-usap-kepada-seorang-warga (Ra-KatongNTT.com)

0
SHARES
449
VIEWS

Orang yang kontak erat dengan yang terpapar Covid-19 di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat mengakses layanan tes PCR gratis.

Jumlah tracing Kota Kupang diklaim telah mencapai 950 orang per hari setelah diadakan tes PCR gratis.

BacaJuga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025
Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

23 Mei 2025

Menurut Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, jumlah tracing harian di Kota Kupang telah memenuhi standar pelacakan Badan Kesehatan Dunia, WHO.

“Tracing kita sudah memenuhi standar, di atas 950 orang per hari, sudah memenuhi standar. Begitupun dengan tenaga tracer sudah memenuhi standar,” kata Hermanus kepada media pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Membaiknya tracing diperkirakan jumlah positive rate Covid-19 yang tinggi ditemukan di Kota Kupang. Sehingga Hermanus meminta perhatian serius masyarakat untuk hal ini.

“Makin banyak yang kita tracing kemungkinan positif juga mungkin makin banyak,” ujar Hermanus.

Terkait keputusan pemerintah pusat untuk menurunkan harga tes PCR dan antigen juga dinilai Hermanus dapat mempengaruhi tingkat deteksi dini dan positive rate. Tidak menutupi kemungkinan peluang bagi penemuan kasus baru ke depannya terus terjadi hingga dengan herd immunity tercapai.

Pemerintah Kota Kupang saat ini tetap menyiapkan tes PCR dan antigen gratis bagi para kontak erat di layanan kesehatan seperti puskesmas yang bisa diakses para kontak erat.

“Masyarakat tidak perlu terlalu bingung dengan harga turun atau naik karena orang yang masuk dalam program tracing jangan pikir biaya karena gratis, yang penting mau diperiksa saja,” ujarnya.

Untuk layanan tes PCR di Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik Kota Kupang masih dalam tahap konsultasi kelengkapan dokumen hingga pelatihan tenaga kerja. Dalam pekan depan, lanjut Herman, ia harap sudah dapat terselesaikan.

Ia menyebut RSUD S.K. Lerik pun akan memberikan layanan tes PCR gratis bagi orang yang masuk dalam tracing. Untuk pihak yang menggunakan PCR sehubungan dengan syarat perjalanan akan dipertimbangkan untuk dikenakan biaya sesuai standar Kementerian Kesehatan. Namun itu masih dalam rencana karena harus memperhitungkan reagen, tenaga kesehatan, dan logistik yang dipakai. (Ra)

Tags: #HermanusMan#Kotakupang#RSUDSKLERIK#tespcrgratis
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Kampung adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT (Dok.Antara)

Bukan Hanya Soal Dipalak: Belajar dari Ribut-ribut Jajago di Sumba

by PriyaHusada
23 Mei 2025
0

Ketika video viral tentang wisatawan merasa dipalak di Ratenggaro bikin geger, NTT dihadapkan lagi pada pertanyaan lama: Apakah kita sudah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati