• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Virus ASF Tewaskan 239 Babi di NTT

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tim Dinas Peternakan Provinsi NTT mengambil sampel darah babi milik peternak babi di Naibonat Kabupaten Kupang pada Januari 2023. (Dok Dinas Peternakan NTT)

Tim Dinas Peternakan Provinsi NTT mengambil sampel darah babi milik peternak babi di Naibonat Kabupaten Kupang pada Januari 2023. (Dok Dinas Peternakan NTT)

0
SHARES
136
VIEWS

Kupang – Sebanyak 239 ternak babi mati akibat virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Yohanna Lisapally melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Melky Angsar menjelaskan data itu hasil rangkuman hingga 23 Januari 2023.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Kasus kematian ternak babi diserang virus ASF di Kota Kupang tercatat 39 kasus. Sebanyak 75 kasus di Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya dengan 20 kasus, Ende terdapat 30 kasus, Flores Timur dengan 33 kasus dan Sikka 42 kasus.

Baca juga: Virus ASF Positif Ditemukan di Kupang dan Flores Timur

“Itu data yang masuk ke kami. Di luar dari data itu berarti perlu dikonfirmasi ke sumbernya langsung. Tapi kalau data ini berdasarkan laporan antar dinas,” papar Melky di ruang kerjanya, Selasa, 24 Januari 2023.

Menurutnya, jumlah sementara ini berbeda dengan di tahun 2020 dan 2021 yang sebarannya merata hingga 22 kabupaten kota saat virus ASF menyerang NTT.

“Itu dulu matinya masif,” sebutnya.

Menurut Melky, kasus yang terjadi tahun ini tidak signifikan.  “Tetapi kita tangani dan tidak kita sepelekan,” kata dia.

Virus ASF sendiri bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau zoonosis. Namun, kata Melky, manusia dapat menjadi penyebar virus tersebut.

Baca juga: Babi Bantuan Kementerian Pertanian untuk NTT Diduga Terjangkit Virus ASF

Penyebaran ASF sendiri dapat terjadi saat kontak langsung dengan hewan terjangkit, melalui serangga, pakaian, peralatan peternakan. Bisa juga di kendaraan atupun pakan yang terkontaminasi.

Saat babi terjangkit ASF akan menunjukkan tanda klinis seperti bagian perut, dada dan scrotum maupun telinga tampak kemerahan. Babi mengalami diare berdarah, berkumpul bersama, dan demam hingga 41 derajat celsius. Tanda klinis lainnya, babi muntah, pendarahan kulit sianosis, tampak tertekan, telentang, kesulitan bernapas, hingga tidak makan.

“Kita perlu sama-sama cegah karena belum ditemukan vaksinnya,” tukasnya.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam laman resminya juga menyebut ASF sebagai ancaman bagi populasi babi di Indonesia yang mencapai 8,5 juta ekor.

Masuknya ASF ke Indonesia sendiri dapat melalui pemasukan daging babi dan produk babi lainnya dari luar negeri. Kemudian bisa melalui sisa-sisa katering transportasi internasional baik dari laut maupun udara, orang yang terkontaminasi virus ASF, dan kontak dengan babi di lingkungannya. (Putra Bali Mula)

Tags: #Babi#Dinaspeternakanntt#Kabupatenende#KabupatenKupang#KabupatenLembata#Sikka#virusASF
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati