• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Fenomena Tanah Bergerak Ancam Warga 2 Kampung di Mabar

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kondisi keretakan pada lantai rumah salah seorang warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Wae Munting, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, NTT, Minggu (27/3/2022) (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)

Kondisi keretakan pada lantai rumah salah seorang warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Wae Munting, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, NTT, Minggu (27/3/2022) (ANTARA/Fransiska Mariana Nuka)

0
SHARES
224
VIEWS

Labuan Bajo – Fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kabupaten Manggarai Barat mengancam kehidupan warga di dua kampung yang berada di Desa Persiapan Benteng Tado, Kecamatan Sano Nggoang.

Sebanyak 411 jiwa warga sipil terancam fenomena tanah bergerak yang terjadi pada akhir Februari 2022 lalu. Dua kampung itu adalah kampung Wae Munting dengan 225 jiwa dan jumlah KK sebanyak 62 serta Kampung Dange dengan jumlah jiwa 186 dan 52 KK.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

“Ada tiga kampung, tapi tidak ada laporan dampak fenomena pergerakan tanah dari satu kampung lain yakni Mengkaleng. Kalau Dange ada 186 jiwa dan Wae Munting 225 jiwa,” kata Kepala Dusun Benteng Tado Mikael Agung di Kampung Wae Munting, Desa Persiapan Benteng Tado, Kecamatan Sano Nggoang, Senin.

Tokoh masyarakat Kampung Wae Munting Viktor Bitrudis pun membenarkan hal itu. Menurut dia bukan 11 rumah saja yang terdampak dalam kejadian itu, melainkan seluruh masyarakat Kampung Wae Munting yang berjumlah 225 jiwa pun terancam.

Fenomena tanah bergerak yang terjadi pada dua kampung itu, khususnya Kampung Wae Munting telah berlangsung sejak 2018 lalu.
Viktor berharap ada riset yang dilakukan oleh para ahli tanah yang dapat menjelaskan situasi itu pada masyarakat.

“Warga ingin mengetahui gambaran keadaan yang diberikan oleh ahli tanah karena mereka telah melalui tiga tahun kehidupan dengan resah ketika hujan dan gempa terjadi,” katanya.

Jarak tempuh Dusun Tado dari Kota Labuan Bajo berkisar 45 km melalui Simpang Dahot-Pusut-Bibang-Simpang Ndiri dengan kondisi jalan berkelok sekitar enam kilo dari Simpang Ndiri.

Kampung Wae Munting memiliki banyak sumber mata air pada bagian atas kampung. Kampung itu diapit Sungai Wae Dongka di sebelah kanan atau barat dan sungai Wae Tiku Dange di sebelah kiri atau timur.

Dikutip dari ANTARA, kondisi kerusakan rumah warga di Kampung Wae Munting bervariasi pada tiap rumah. Ada rumah warga yang roboh dan hancur, tanah terbelah, lantai dan dinding rumah retak, serta fondasi yang bergeser dari bangunan awal. Panjang, lebar, dan kedalaman dari setiap kerusakan pun bervariasi di tiap rumah.

Viktor berkata tim BPBD Manggarai Barat telah turun ke kampung mereka untuk meninjau lokasi kejadian. Mereka pun telah mengumpulkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga sesuai permintaan pemerintah daerah. (ANTARA)

Tags: #fenomenatanahbergerak#Manggaraibarat#rumahwargarusak#sanonggoang
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati