Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dijelaskan, saat ini 100% dari total Zona Musim di NTT sudah pada periode musim kemarau.
Hingga 31 Agustus 2023, Data Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan di beberapa wilayah NTT mengalami HTH berturut-turut lebih dari 21 hari bahkan lebih dari 60 hari.
Dengan prakiraan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20 mm/dasarian), dengan peluang lebih dari 70%..
Disebutkan, beberapa wilayah di 13 kabupaten di Nusa Tengggara Timur berstatus Awas. Di antaranya:
1. Belu; meliputi Atambua Selatan, Kota Atambua dan Lasiolat
2. Sikka; pada kecamatan Magepanda
3. Ende; di Ndona Timur
4. Kupang; berstatus awas di Kupang Barat, Nekamese, Semau Selatan, dan Sulamu
5. Kota Kupang; pada Alak dan Kelapa Lima
6. Lembata; di kecamatan Nagawutung
7. Ngada; di riung
8. Manggarai Barat; pada Macang Pacar
9. Rote Ndao; meliputi Rote Barat, Rote Barat Laut, dan Rote Selatan
10. Sabu Raijua; pada wilayah Hawu Mehara, Raijua, Sabu Liae, Sabu Tengah, dan Sabu Timur
11. Sumba Barat Daya: di kecamatan Kodi Bangedo, Kodi Utara, dan Loura
12. Sumba Tengah; terjadi di Katiku Tana, Katiku Tana Selatan, Mamboro, Umbu Ratu Nggay danUmbu Ratu Nggay Barat
13. Sumba Timur; meliputi kecamatan Kahunga Eti, Kambata Mapambuhang, Katala Hamu
Lingu, Kota Waingapu, Lewa, Lewa Tidahu, Mahu, Ngadu Ngala, Nggaha Ori
Angu, Rindi, Tabundung, dan Wulla Waijelu.
Sedangkan pada kabupaten/kecamatan lainnya berstatus siaga dan waspada.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada akan potensi kebakaran, pengurangan ketersediaan air tanah pun akan menyebabkan kelangkaan air bersih. Serta akan berdampak pada sektor pertanian.
Sehingga masyarakat perlu hemat air dan memanfaatkan pangan lokal seperti Ubi maupun sorgum serta tanaman palawija agar stok pangan masyarakat tak berkurang. ***




