• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

BMKG Imbau Warga NTT Mulai Hemat Air Bersih

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi-Kekeringan-akibat-kemarau-Notif-Indonesia.

Ilustrasi-Kekeringan-akibat-kemarau-Notif-Indonesia.

0
SHARES
128
VIEWS

Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar di wilayah zona musim Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah memasuki musim kemarau agar mulai menghemat penggunaan air bersih untuk mengantisipasi kelangkaan persediaan air.

“Warga yang berada di 22 zona musim di NTT yang telah memasuki kemarau kami imbau mulai menghemat penggunaan air agar kebutuhan bisa terpenuhi sepanjang musim kemarau,” kata Kepala Stasiun Klimatologi NTT BMKG Rahmattulloh Adji di Kupang, Rabu, (24/5/2024).

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Ia menjelaskan, kondisi di NTT saat ini pada umumnya mengalami hari hujan hingga hari tanpa hujan kategori panjang.

Dalam prediksi curah hujan 10 hari ke depan, kata dia, wilayah NTT pada umumnya diprediksi akan berpeluang terjadi penurunan curah hujan yang cukup signifikan.

Kondisi ini, kata dia, seiring dengan telah masuknya periode musim kemarau. Dengan curah hujan kurang dari 20 mili meter/dasarian dengan peluang terjadi di atas 70 persen.

Adji menjelaskan, saat ini terdapat 22 wilayah zom dari total 28 zom di NTT telah memasuki musim kemarau tahun 2023.

Oleh sebab itu, potensi ancaman bencana kekeringan juga meningkat yang berdampak pada berkurangnya persediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air.

“Jadi warga perlu gunakan air secukupnya untuk keperluan atau tidak boros untuk mengantisipasi dampak kekeringan,” katanya seperti ditulis Antara.

Adji juga mengimbau warga di provinsi itu agar tidak membuka lahan dengan cara membakar tanpa tanpa didampingi oleh pihak terkait, sebab hal ini dapat memicu kebakaran besar yang berdampak pada lingkungan.

Sebelumnya, Pemerintah NTT membentuk satuan tugas (satgas) cegah kendali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) baik untuk pencegahan maupun penanganan karhutla menghadapi musim kemarau.

“Pembentukan satgas cegah kendali karhutla ini sebagai langkah pemerintah daerah untuk menghadapi dampak musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dari sebelumnya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Dia menjelaskan satgas tersebut diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT dan melibatkan berbagai instansi terkait seperti Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), BMKG, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait pemerintah daerah.

Ambrosius menjelaskan, BMKG telah memperkirakan bahwa kondisi musim kemarau pada 2023 di NTT lebih kering dari sebelumnya. [Anto]

Tags: #BMKG#BPBD#kekeringanAir bersih
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati