• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Waspada Kekeringan, Perlu Optimalkan Palawija, Sorgum dan Singkong

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi-Kekeringan-akibat-kemarau-Notif-Indonesia.

Ilustrasi-Kekeringan-akibat-kemarau-Notif-Indonesia.

0
SHARES
105
VIEWS

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar waspada bencana kekeringan bagi masyarakat di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB dan NTT). Ancaman tersebut harus diantisipasi dengan ketersediaan pangan yang cukup.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, melaporkan Nusa Tenggara Barat sudah tampak mengalami kekeringan. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah rawan kekeringan dalam data yang telah diteliti selama 10 tahun terakhir. Untuk memitigasi kekeringan, BNPB mengupayakan teknologi modifikasi cuaca (TMC), dengan membuat hujan buatan untuk mengisi maupun mempertahankan posisi air di sejumlah waduk.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Kekeringan, kata Abdul, akan sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. BNPB mengimbau adanya peringatan dini maupun apel kesiapsiagaan terkait kekeringan di daerah tersebut.

Sedangkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah pada 10 kabupaten di NTT berada dalam kondisi siaga bencana kekeringan meteorologis.

“Wilayah-wilayah siaga kekeringan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 31 hari dengan peluang di atas 70 persen,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG, Rahmattulloh Adji di Larantuka, Kamis (15/6/2023).

Dia menyampaikan hal itu berkaitan dengan peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah NTT. Para petani perlu mengantisipasi bencana kekeringan dengan memilih tanaman yang cocok atau tidak membutuhkan banyak air untuk ditanam agar lebih berpeluang memberikan hasil.

Kekeringan juga berdampak pada berkurangnya persediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih. Oleh sebab itu, kata dia, warga perlu menghemat penggunaan air bersih agar persediaan yang ada bisa memenuhi kebutuhan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyarankan para petani untuk memperbanyak menanam tanaman palawija yang tidak membutuhkan air banyak selama musim kemarau.

“Tanaman palawija merupakan jenis tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air sehingga persediaan pangan pada musim kemarau tetap tersedia,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Frederich Koli, seperti ditulis Antara, pekan lalu.

Selain palawija, sorgum merupakan tanaman yang adaptif terhadap kekeringan dan perlu untuk mengurangi ketergantungan pada beras. El Nino akan mempengaruhi produksi padi sehingga masyarakat bisa mengonsumsi sumber karbohidrat lain.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengatakan sorgum, sagu, ubi, dan sejenisnya sangat berpotensi menggantikan nasi yang saat ini menjadi makanan populer.

“Saya mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia mulai memahami bahwa kita makan nasi terlalu banyak seperti era Jepang, 40 tahun lalu,” katanya pada HUT Ke-50 HKTI belum lama ini.

Untuk NTT, singkong (ubi kayu) juga merupakan potensi pangan yang belum banyak dikembangkan. Sebagian besar masyarakat juga sudah mempunyai keraifan lokal dengan mengolah singkong agar menjadi stok pangan dalam waktu yang lama. [Anto]

Tags: #BNPB#kekeringan#PalawijaSorgum
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati