Kupang – Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) turun dari Awas (Level IV) ke Siaga (Level III).
Turunnya status ini ditandatangani Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 12.00 WITA, 29 Januari 2024. Dengan begitu radius aktivitas warga yang sebelumnya 5 kilometer (km) dari pusat erupsi kini menjadi 4 km.
Baca juga : Erupsi Lewotobi, Anak Pengungsi Belajar di Tenda Hingga Pindah ke Sikka
Menurut Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef, luncuran awan panasnya juga sudah mulai berkurang yaitu 1 km dari pusat erupsi.
Sebelum turunnya status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki ini dilaporkan ada 4 lansia yang meninggal dunia. Mereka adalah pengungsi yang menempati tenda pengungsian di Desa Konga, Kecamatan Tetihana.
Empat lansia ini berusia antara 65 tahun sampai 96 tahun. Mereka menderita sesak napas dan diduga juga akibat depresi. Seorang lansia menghembuskan napas terakhir di tenda pengungsian sementara 3 lainnya di rumah sakit dan puskesmas.
Baca juga : Dampak Sekolah Subuh, Siswa Rentan Depresi dan Bunuh Diri
“Kemarin juga ada yang meninggal. Mereka meninggal karena lanjut usia dan sakit bawaan yang diakibatkan sesak napas, asam urat dan rematik. Demikian info yang saya dapat,” kata Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi, Senin 29 Januari 2024.
Sementara jumlah pengungsi per 29 Januari 2024 sebanyak 6.269 jiwa yang di antaranya ada pengungsi usia lansia yaitu 309 jiwa di tenda, 357 jiwa di rumah warga dan 10 jiwa fasilitas umum. ***




