• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Maria Rohi Mohon Bantuan Pemerintah Pulangkan Cucunya dari Malaysia

Chatrine Septiani Rohi, PMI asal NTT yang meninggal di Malaysia pada 29 Juli 2026 memiliki seorang anak usia 10 tahun dan tinggal di panti asuhan.

Rita Hasugian by Rita Hasugian
23 jam ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang, Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Maria Magdalena Rohi menulis surat kepada Pemerintah untuk memohon bantuan pemulangan cucunya berusia 10 tahun dari Malaysia. Cucunya itu merupakan anak dari PMI NTT Chatrine Septiani Rohi dengan seorang pria asal Madura. Kepolisian Malaysia melaporkan Chatrine meninggal dalam kecelakaan tunggal lalu lintas pada 29 Juli 2026. (Dok.KatongNTT)

Maria Magdalena Rohi menulis surat kepada Pemerintah untuk memohon bantuan pemulangan cucunya berusia 10 tahun dari Malaysia. Cucunya itu merupakan anak dari PMI NTT Chatrine Septiani Rohi dengan seorang pria asal Madura. Kepolisian Malaysia melaporkan Chatrine meninggal dalam kecelakaan tunggal lalu lintas pada 29 Juli 2026. (Dok.KatongNTT)

0
SHARES
54
VIEWS

KatongNTT – Maria Magdalena Rohi, ibu kandung Pekerja Migran Indonesia Chatrine Septiani Rohi yang meninggal di Malaysia pada 29 Juli 2026, memohon bantuan pemerintah untuk memulangkan cucunya ke Indonesia. Maria mengkhawatirkan keselamatan cucunya karena hidup tanpa orangtua di Malaysia.

“Cucu saya namanya Rizki usia sekitar 10 tahun, dia anak Chatrine dengan suami asal Madura. Suaminya duluan dideportasi dari Malaysia. Kemudian, Chatrine meninggal dalam kecelakaan lalu lintas, menurut laporan polisi Malaysia,” kata Maria menjelaskan.

BacaJuga

Laporan Kematian PMI NTT Chatrine Septiani Rohi.

Laporan Kematian PMI NTT Chatrine Rohi Janggal

30 September 2026
Almarhum PMI asal Kota Kupang, Chaterine Septiani Rohi (Dok.KatongNTT)

Demi Bertemu Ibu, Chaterina Lari dari Semau ke Malaysia, Ajal Menjemput Saat Berniat Pulang

9 September 2026

Baca juga:  Demi Bertemu Ibu, Chaterina Lari dari Semau ke Malaysia, Ajal Menjemput Saat Berniat Pulang 

Menurut Maria, cucunya saat ini dirawat di satu panti asuhan yang dipimpin seorang pria warga Malaysia bernama Samson Paul. Melalui percakapan telepon maupun pesan Whatsapp, Paul menyatakan kesediaan menjamin untuk pemulangan cucu Maria.

Paul meminta Maria memberitahukan ke pemerintah Indonesia (KBRI Kuala Lumpur) untuk menghubungi dirinya untuk proses pemulangan anak tersebut.

“Uncle (Samson Paul) minta office (Pemerintah Indonesia) hubungi telepon Uncle untuk proses pemulangan cucu saya,” ujar Maria.

Atas saran Paul, Maria pun membuat laporan resmi permohonan pemulangan cucunya ke kantor BP3MI NTT pada 16 Oktober 2026. Staf BP3MI NTT, Yonas Yunias Bahan memfasilitasi pembuatan laporan tertulis Maria untuk diteruskan ke KBRI Kuala Lumpur.

Akhir pekan lalu, Yonas melalui pesan singkat menjelaskan bahwa KBRI Kuala Lumpur meminta Paul menghubungi KBRI mengenai pemulangan anak tersebut ke Indonesia.

‘Saya sudah lapor ke KBRI dan KBRI tinggal menunggu info dari penjamin di Malaysia ke Kedutaan,” pesan singkat Yonas kepada KatongNTT.

Baca juga: Laporan Kematian PMI NTT Chatrine Rohi Janggal

Maria mengaku bingung dengan penjelasan KBRI karena dalam laporan resmi di BP3MI NTT, dia sudah mencantumkan nama Samson Paul sebagai penjamin beserta nomor Whatsappnya.

“Beta bingung kenapa KBRI menunggu penjamin, bisa telepon ko? Beta sudah beri nomor teleponnya. Uncle bukan warga Indonesia jadi dia mungkin sonde berani langsung bawa cucu saya ke Kedutaan,” papar Maria.

Maria menjelaskan, andai dia memiliki uang tentu dia akan berusaha sendiri membawa cucunya pulang ke Indonesia. Maria yang pernah bekerja sebagai PMI di Malaysia tahun 2000-an menjelaskan, banyak anak-anak PMI di Malaysia yang hidup sebatang kara da nada yang telah diadopsi.

Khawatir kehilangan cucunya, Maria pun menulis surat yang ditujukan ke KBRI Kuala Lumpur pada 26 Oktober 2026. Surat itu berisi permohonan agar pemerintah membantu pemulangan cucunya dengan menghubungi penjaminnya.

Maria menjelaskan, cucunya bernasib malang karena tidak memiliki akte kelahiran dan identitas lainnya karena kedua orangtuanya sebagai PMI nonprosedural, di mana mereka tidak memiliki dokumen resmi yang digunakan untuk akte kelahiran anaknya. Dia berharap pemerintah dapat membantu pemulangan cucunya itu.

Baca juga: PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia, Heni Hamidah menyatakan, pihaknya akan berusakan mengkomunikasikan permohonan Maria dengan BP3MI NTT.

“Kami akan coba komunikaskan dengan BP3MINTT,” ujar Heni.

Chatrine Septiani Rohi dinyatakan Kepolisian Malaysia meninggal dalam kecelakaan lalu lintas pada 29 Juli 2026 berdasarkan laporan kepolisian Malaysia. Chatrine dinyatakan meninggal di lokasi kecelakaan jam 06.15. Laporan berbeda dikeluarkan Rumah Sakit Sultan Idris Shah Serdang bahwa Chatrine meninggal jam 08.48.

PMI asal Kota Kupang, NTT ini bekerja di Malaysia sejak 2014 dan menikah dengan pria asal Madura, Jawa Timur. Pasangan ini memiliki seorang anak laki-laki. Maria menerima informasi dari Chatrine yang menghubungi dirinya bahwa anaknya dititip di panti asuhan. *****

 

 

 

 

Tags: #ChatrineRohi#KBRIKualaLumpur#pmintt
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Laporan Kematian PMI NTT Chatrine Septiani Rohi.

Laporan Kematian PMI NTT Chatrine Rohi Janggal

by Rita Hasugian
30 September 2026
0

KatongNTT-  Beberapa kejanggalan ditemukan dalam surat  kematian pekerja migran Indonesia (PMI) Chatrine Septiani Rohi di Malaysia pada 29 Juli 2026....

Almarhum PMI asal Kota Kupang, Chaterine Septiani Rohi (Dok.KatongNTT)

Demi Bertemu Ibu, Chaterina Lari dari Semau ke Malaysia, Ajal Menjemput Saat Berniat Pulang

by Rita Hasugian
9 September 2026
0

KatongNTT- Chaterine Septiani Rohi sudah bertekad pulang setelah 12 tahun tinggal di Malaysia. Dia menuruti permintaan ibu kandungnya, Maria Magdalena...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati