• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Sampah di Pasar Oesapa Menumpuk, Begini Curhat Petugas Oranye

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sampah di Pasar Oesapa Menumpuk, Begini Curhat Petugas Oranye

Sampah di pinggir jalan pantai Oesapa menumpuk. Tumpukan sampah itu dimakan gerombolan kambing (KatongNTT/Joe)

0
SHARES
687
VIEWS

Kendaraan roda dua dan roda empat lalu lalang melewati tumpukan sampah di Pasar Oesapa, Kota Kupang, NTT. Para pejalan kaki cuek melintasi tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tak sedap.

Tepat di depan area kuliner pantai Oesapa, sampah menumpuk di tepi badan jalan Pasar Oesapa pada Rabu siang, (19/1/2022). Gerombolan ternak kambing melahap sampah sisa makanan dan sayur-sayuran di antara tumpukan sampah.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Kehadiran hewan ternak itu menutupi badan jalan seluas kurang lebih 2 meter. Kendaraan yang lewat harus mengurangi kecepatan untuk menghindari terjadi kecelakaan.

Di sekitar area Pasar Oesapa tidak terlihat bak sampah. Hanya tampak potongan-potongan kayu disusun persegi panjang dengan bagian depan terbuka sebagai pengganti bak sampah.

Tumpukan sampah sudah meluber berceceran di tepi jalan sepanjang kurang lebih 10 meter.

Paulus Bria, petugas kebersihan menyebutkan, sampah di Pasar Oesapa menumpuk karena bercampur dengan sampah yang dibuang warga di sekitar pasar.

“Ini sampah bukan dari pasar saja. Dari kilo 10 datang buang disini. Dong (mereka-red) mau buang kemana. Terpaksa datang buang disini sudah,” kata Paulus.

Paulas beberapa kali mendatangi lokasi itu untuk membuang sampah dari dalam pasar Oesapa menggunakan karung.

Pukul 14. 41 WITA, truk pengangkut sampah tiba di lokasi. Seorang pria turun dari truk dengan bak warna kuning. Petugas oranye ini turun dan mengingatkan jaket oranyenya pada pinggangnya.

Pintu belakang truk kemudian dibuka. Dia perlahan berjalan menengok tumpukan sampah di Jalan Oesapa lalu melewatinya menuju kios.

Gerombolan kambing yang sedari tadi asik menikmati sisa-sisa sayuran tidak beranjak. Gerombolan itu tetap berusaha mendapatkan makanan.

Beberapa kantong plastik dan karung berisi sampah dibuang oleh petugas itu ke dalam truk. Pada jam 15.00 WITA petugas itu berhenti mengangkut.

Tidak lama, sepasang pria dan wanita mengendarai sepeda motor Versa berhenti di lokasi tumpukan sampah. Terdengar teriakan petugas kebersihan menyuruh wanita yang membawa sampah itu menaruhnya di atas truk.

Setelah beristirahat, petugas oranye itu melanjutkan aktivitasnya. Ia naik ke atas truk dan merapikan tumpukan sampah. Pria bernama Anus Seran alias Nius kemudian berjalan menghampiri tiga rekan kerjanya.

Nius menuturkan, lokasi itu memang khusus untuk sampah-sampah dari dalam pasar Oesapa. Masalahnya, warga sekitar juga membuang sampah di lokasi itu. Akibatnya sampah menumpuk dan melebihi bak sampah darurat.

“Kalau sampah dari pasar saja tidak menumpuk. (Warga) sepanjang Pasar Oesapa ini buang sampah disini. Jadinya menumpuk,” ujar Nius.

Petugas oranye lainnya bernama Frid Hailiti menjelaskan, dia merupakan satu dari 8 orang yang tergabung dalam grup siaga 3. Kendaraan operasional mereka sementara dalam kondisi rusak.

Mereka terpaksa menggunakan truk kelompok lain, namun harus menunggu sampai kerja kelompok tersebut selesai.

Frid menilai, masyarakat bersikap acuh dengan pengelolaan sampah. Sampah yang seharusnya dipilah pun dicampuradukkan. Meski sudah ada imbauan berungkali.

“Kadang mereka datang dengan motor langsung buang saja dari atas motor. Biar ada bak sampah juga mereka buang di luar bak sampah,” kata Frid.

Tumpukan sampah di Pasar Oesapa sangat menggangu pemandangan. Apalagi dekat lokasi itu jadi salah satu tempat wisata favorit warga kota Kupang.

Waktu buang sampah sebenarnya sudah diatur. Frid mengatakan, waktu untuk buang sampah di Kota Kupang dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi. Namun kenyataan, warga tidak pernah menaatinya.

“Sampah ini tidak bisa diangkut satu kali. Harus dua kali angkut,” kata Frid.

Di tepi pantai Oesapa, sampah juga banyak berserakan. Mulai dari sampah plastik hingga kulit jagung. Tidak ada yang peduli dengan tumpukan sampah di bibir pantai itu. (k-04)

Tags: #katongntt#pantaioesapa#pasaroesapa#Sampah
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati