• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Keluarga Minta Jenazah PMI Asal NTT Dipulangkan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi: PMI meninggal di Malaysia (ist)

Ilustrasi: PMI meninggal di Malaysia (ist)

0
SHARES
62
VIEWS

Kupang – Jenazah almarhum Hilarius Dua, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indonesia rencananya akan dimakamkan di Malaysia. Hal itu disampaikan oleh kerabat almarhum Yulius Falens Ariana kepada KatongNTT, Selasa (9/8/2022).

Falens merupakan kerabat yang mendampingi almarhum semasa sakit hingga meninggal. Menurut Falens, jenazah tidak bisa dipulangkan sebab hasil pemeriksaan dari rumah sakit menunjukkan almarhum positif Covid-19.

BacaJuga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026
Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

27 Desember 2025

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha pun menjelaskan hal yang sama. Selain Covid-19, almarhum mengalami penyakit batuk berdarah.

Ia menjelaskan, beberapa surat yang dibutuhkan untuk pemakaman jenazah di Malaysia sudah diurus. Tersisa surat wasiat yang harus diurus oleh keluarga di Desa Pandai, Kecamatan Wotan Ulumadi, Flores Timur.

“Tunggu surat dari keluarga itu baru dimakamkan,” kata Falens.

Istri almarhum, Merlinda Memen meminta agar jenazah suaminya bisa dipulangkan ke Indonesia. Permintaan yang sama disampaikan oleh Falens.

“Saya mohon kerjasama dari keluarga dan pemerintah untuk memulangkan (jenazah) suami saya,” ujar Merlinda yang dihubungi dari Kupang.

Ia bercerita, sekitar bulan Juni 2022, suaminya mengabarkan mengalami batuk berdarah. Awalnya, almarhum berpikir tidak ada yang membahayakan kondisinya. Namun, suaminya tak kunjung sembuh.

Falens kemudian mendampingi almarhum mendatangi Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru. Mereka meminta agar almarhum bisa dipulangkan untuk menjalani perawatan di Flores Timur.

Judha menjelaskan, permintaan itu diterima oleh KJRI Johor Bahru pada 1 Agustus 2022. KJRI Johor Bahru menindaklanjuti permintaan itu dengan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan mengurus special pas (check out memo/COM) di Imigrasi Malaysia karena almarhum berstatus undocumented pada 2 Agustus.

Menurut Judha, proses COM membutuhkan waktu 10-14 hari. Sambil menunggu, almarhum yang sudah menginap selama 5 hari di penginapan dekat KJRI Johor Bahru, kembali ke rumah tinggalnya di Segamat dan meninggal di sana. Falens menjelaskan, almarhum meninggal pada 8 Agustus 2022.

Merlinda mengatakan, suaminya bekerja di Malaysia sekitar 5 tahun. Ia tidak mengetahui dengan jelas pekerja suaminya.

“Mungkin di kelapa sawit. Ada di pedalaman itu tidak ada jaringan,” kata Merlinda.

Kepala UPT. BP2MI NTT, Siwa menjelaskan, hari ini jenazah almarhum akan diotopsi. Menurut informasi dari Falens, jenazah almarhum berada di rumah sakit Segamat. Informasi yang diterima oleh Falens dari KJRI Johor Bahru bahwa otopsi akan dilakukan hari ini.

Siwa belum menanggapi pertanyaan KatongNTT terkait upaya pemulangan jenazah almarhum. (Joe)

Tags: #KJRI#Malaysia#Pekerjamigranindonesia#PMI
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

by Rita Hasugian
27 Desember 2025
0

Kupang – Marselinus Seke menahan rasa sakit pada kedua kakinya yang bengkak setiap kali melangkah. Kulit kakinya melepuh,  mengeluarkan cairan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati