Keluarga Minta Jenazah PMI Asal NTT Dipulangkan

Ilustrasi: PMI asal NTT meninggal di Malaysia (ist)

Ilustrasi: PMI asal NTT meninggal di Malaysia (ist)

Kupang – Jenazah almarhum Hilarius Dua, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indonesia rencananya akan dimakamkan di Malaysia. Hal itu disampaikan oleh kerabat almarhum Yulius Falens Ariana kepada KatongNTT, Selasa (9/8/2022).

Falens merupakan kerabat yang mendampingi almarhum semasa sakit hingga meninggal. Menurut Falens, jenazah tidak bisa dipulangkan sebab hasil pemeriksaan dari rumah sakit menunjukkan almarhum positif Covid-19.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha pun menjelaskan hal yang sama. Selain Covid-19, almarhum mengalami penyakit batuk berdarah.

Ia menjelaskan, beberapa surat yang dibutuhkan untuk pemakaman jenazah di Malaysia sudah diurus. Tersisa surat wasiat yang harus diurus oleh keluarga di Desa Pandai, Kecamatan Wotan Ulumadi, Flores Timur.

“Tunggu surat dari keluarga itu baru dimakamkan,” kata Falens.

Istri almarhum, Merlinda Memen meminta agar jenazah suaminya bisa dipulangkan ke Indonesia. Permintaan yang sama disampaikan oleh Falens.

“Saya mohon kerjasama dari keluarga dan pemerintah untuk memulangkan (jenazah) suami saya,” ujar Merlinda yang dihubungi dari Kupang.

Ia bercerita, sekitar bulan Juni 2022, suaminya mengabarkan mengalami batuk berdarah. Awalnya, almarhum berpikir tidak ada yang membahayakan kondisinya. Namun, suaminya tak kunjung sembuh.

Falens kemudian mendampingi almarhum mendatangi Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru. Mereka meminta agar almarhum bisa dipulangkan untuk menjalani perawatan di Flores Timur.

Judha menjelaskan, permintaan itu diterima oleh KJRI Johor Bahru pada 1 Agustus 2022. KJRI Johor Bahru menindaklanjuti permintaan itu dengan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan mengurus special pas (check out memo/COM) di Imigrasi Malaysia karena almarhum berstatus undocumented pada 2 Agustus.

Menurut Judha, proses COM membutuhkan waktu 10-14 hari. Sambil menunggu, almarhum yang sudah menginap selama 5 hari di penginapan dekat KJRI Johor Bahru, kembali ke rumah tinggalnya di Segamat dan meninggal di sana. Falens menjelaskan, almarhum meninggal pada 8 Agustus 2022.

Merlinda mengatakan, suaminya bekerja di Malaysia sekitar 5 tahun. Ia tidak mengetahui dengan jelas pekerja suaminya.

“Mungkin di kelapa sawit. Ada di pedalaman itu tidak ada jaringan,” kata Merlinda.

Kepala UPT. BP2MI NTT, Siwa menjelaskan, hari ini jenazah almarhum akan diotopsi. Menurut informasi dari Falens, jenazah almarhum berada di rumah sakit Segamat. Informasi yang diterima oleh Falens dari KJRI Johor Bahru bahwa otopsi akan dilakukan hari ini.

Siwa belum menanggapi pertanyaan KatongNTT terkait upaya pemulangan jenazah almarhum. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *