• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Ai Uhik Kuhus, Ubi Kukus Khas Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Makanan Sehat dari Singkong

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ai Uhik Kuhus, Ubi Kukus Khas Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Ilustrasi ai uhik kuhus yang terbuat dari singkong (Ist).

0
SHARES
324
VIEWS

Kupang – Singkong merupakan makanan tradisional yang sudah melekat dengan Indonesia sejak berabad-abad silam. Demikian juga di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Indonesia Timur lainnya, singkong diolah menjadi sejumlah makanan yang disesuaikan dengan selera setempat.

KatongNTT.com terus menggali ragam pangan tradisional tersebut yang sudah terbukti menjadi penyelamat hidup dalam situasi apapun. Salah satunya di Belu, sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kawasan ini memiliki sejumlah makanan khas seperti aka bilan, kolak bete lalenok, dan ai uhik kuhus.

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Baca : Kamboja, Singkong ‘Pejabat’, dan Sehari Tanpa Nasi

Ai uhik kuhus atau singkong kukus merupakan makanan khas yang sehat. Dengan bahan utama singkong, masyarakat kadang menyiapkan untuk hidangan sehari-hari dan juga bisa dijumpai di pasar. Bahan-bahan pembuatnya selain tepung singkong adalah kelapa parut, gula merah, kacang hijau setengah matang dan air.

Cara membuatnya pun terbilang mudah, yaitu dengan meremas-remas tepung singkong dan kelapa parut yang telah dicampur dengan air, gula merah parut dan kacang hijau di dalam wadah bernama nyiru. Kemudian dibentuk sesuai dengan kepalan tangan. Lalu dikukus di wadah pengukus yang terbuat dari anyaman daun lontar dengan bentuk kerucut, namanya kakuhus. Wadah itu lantas dimasukkan ke dalam hanek (periuk tanah liat) yang telah diisi air dan dimasak di atas api.

Baca : Uwi Ai Ndota, Singkong Cincang dari Ende yang Lezat dengan Kuah Ikan

Makanan ini umumnya disajikan bersama ikan kuah asam atau bisa pula dinikmati sebagai teman minum kopi. Informasi yang diperoleh menyebutkan dalam satu porsi ai uhik kuhus mengandung 184,2 kkal; 2,7 gram protein; 2,6 gram lemak; dan 39,3 gram karbohidrat.

Selain ai uhik kuhus, Belu juga mempunyai makanan khas lainnya seperti aka bilan yang terbuat dari sagu. Pada zaman dahulu, aka bilan ini merupakan makanan pokok masyarakat Belu yang terbuat dari campuran sagu, kelapa parut, kacang hijau, dan sedikit garam. Meski tidak diberi gula, aka bilan memiliki rasa manis dari campuran kelapa. Aka bilan akan lebih nikmat jika disantap bersama kopi atau teh.

Baca: Identifikasi Ekonomi Kreatif dan Tindak Lanjut di Kabupaten Sikka

Kemudian, kolak bete lalenok yang sekilas mirip kolak pada umumnya. Namun ketika diaduk akan menemukan jagung bose dan ubi kuning yang menjadi bahan utama kuliner khas Belu ini. Selain bahan di atas, ada pula biji mutiara, kacang hijau dan santan kelapa yang jadi campuran menu ini.

Satu lagi disebut disebutkan adalah batar sokur merupakan tumbukkan jagung kering yang dicampuri dengan air pada sebuah lesung. Jagung ditumbuk berulang-ulang mengeluarkan kulit keras luarnya dan kotoran-kotoran yang tidak perlu di dalam biji jagung. Setelah ditumbuk lalu ditampih dan dibersihkan di dalam nyiru. Bisa dicampur dengan kacang hijau, kacang tanah atau kacang tali dan kacang turis sebelum merebus di dalam periuk tanah tradisional atau periuk nasi. [Anto]

Tags: #Belu#Kukus#singkong
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati