• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Bank Sampah di Oebufu Sepi Peminat

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bank Sampah Oebufu yang sepi peminat (Joe-KatongNTT)

Bank Sampah Oebufu yang sepi peminat (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
587
VIEWS

Kupang – Sampah masih menjadi permasalahan yang belum teratasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi persolan sampah adalah melalui Bank Sampah.

Dengan tagline ‘Memilih Sampah, Menabung Emas’, kehadiran Bank Sampah Lontar di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat tentang sampah. Lurah Oebufu, Zet Batmalo kepada KatongNTT, Kamis (10/3/2022) mengatakan, kehadiran Bank Sampah merupakan upaya pengolahan sampah di Kota Kupang.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Bank Sampah tersebut terwujud melalui dana CSR PT. Pegadaian (Persero) yang diberikan dalam bentuk bantuan satu gedung untuk kantor dan gudang Bank Sampah, 2 unit motor sampah, alat timbang dan 1 unit laptop yang dilengkapi printer.

Bank Sampah Oebufu diresmikan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada 30 April 2019 lalu. April tahun ini, Bank Sampah itu berusia 3 tahun.

Namun eksistensi Bank Sampah berjalan tertatih. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, kesadaran masyarakat untuk menukarkan sampah mulai berkurang.

“Walaupun perkembangannya tidak signifikan, namun masih tetap beroperasi,” kata Zet.

Ketua Pengelola Bank Sampah Lontar Oebufu, Tobias Lapaan mengatakan, sejauh ini nasabah Bank Sampah mendekati 100 orang. Awal dibuka, minat masyarakat untuk menukarkan sampah cukup tinggi. Pandemi Covid-19 dengan berbagai aturan yang diberlakukan oleh Pemerintah seperti PPKM, membatasi aktivitas masyarakat termasuk untuk menukarkan sampah.

“Nasabah bukan hanya dari Kelurahan Oebufu. Masyarakat yang mau menabung di Bank Sampah kita terima,” jelas Tobias.

KatongNTT mendatangi Bank Sampah itu pada pekan lalu. Letaknya strategis di pinggir jalan umum yang menghubungkan kelurahan Oebufu dan Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM).

Tidak ada aktivitas di sana. Pintu ruangan yang digunakan sebagai kantor maupun gudang dalam keadaan terkunci.

Bank Sampah di Oebufu Kota Kupang tampak tidak ada aktivitas (Joe-KatongNTT)

Seorang penjual dekat kantor Bank Sampah yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, jam operasional Bank Sampah itu tidak menentu. Tobias membenarkan informasi tersebut.

“Jam buka itu dari jam 8 pagi sampai sore. Tapi tergantung masyarakat datang tukar sampah atau tidak. Kalau sepi kami tutup lebih awal,” kata Tobias.

Nasabah Bank Sampah diakuinya menurun drastis selama pandemi Covid-19 ini. Zet menilai, masyarakat lebih tertarik untuk langsung menjual sampahnya ke pengepul.

Bila dibandingkan pengepul, di Bank Sampah masyarakat berpeluang mendapatkan emas dari sampah yang dijual. Masyarakat yang menjadi nasabah, akan mendapatkan rekening dari pegadaian.

“Nasabah yang menukarkan sampahnya ke kita, itu sistemnya 75 persen dari total uang sampah yang diperoleh akan diberikan kepada nasabah, sementara 25 persen itu ditabung di pegadaian,” jelas Tobias.

Tobias mengatakan, rekening nasabah dibuka di Pegadaian Oebufu dan sebagian di Pegadaian Oepura.

Sistem tersebut berlaku setiap kali nasabah membawa sampah ke Bank Sampah. Tobias mengatakan, hasil tabungan itu akan ditukar dengan emas bila harganya sudah mencapai nilai emas.

“Sampai saat ini belum ada nasabah kita yang tabungannya mencapai nilai tukar emas,” jelasnya.

Zet mengatakan, dana operasional Bank Sampah untuk para pengelola itu diperoleh dari keuntungan penjualan sampah pada pengepul. Sedangkan modal yang dimiliki oleh Bank Sampah juga kecil.

“Modalnya sangat kecil sehingga daya beli sampah masyarakat juga kurang,” ujar Zet.

Modal awal untuk membeli sampah masyarakat, kata Tobias, merupakan modal pribadi dan sangat terbatas. Dirinya bersyukur selama ini, belum ada masyarakat yang menjual sampah lebih dari modal yang mereka siapkan.

“Kita modal sedikit. Bersyukur selama ini pengelola belum ada yang mengeluh soal operasional. Semua tergantung dari penghasilan yang kita dapatkan, karena kita dapat operasional itu dari selisih harga beli dan harga jual di pengepul,” jelasnya.

Selain Bank Sampah Oebufu di Kota Kupang, PT.Pegadaian juga memberikan bantuan Bank Sampah di Labuan Bajo. Nasib yang sama hampir dialami Bank Sampah ini. Operasionalnya masih tertatih tanpa progres yang signifikan. Kurangnya biaya operasional juga menjadi kendala bagi Bank Sampah ini. (Joe)

Tags: #Banksampah#banksampahoebufu#pegadaian#sampahtukaremas
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati