Ini Penjelasan Kemenlu Tentang Kematian PMI Asal NTT di Malaysia

Kabar meninggalnya salah satu PMI asal NTT atas nama Hilarius Dua di Johor, Malaysia dibenarkan oleh Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha.

Ilustrasi: PMI asal NTT meninggal di Malaysia (ist)

Ilustrasi: PMI asal NTT meninggal di Malaysia (ist)

“Yang bersangkutan meninggal karena penyakit batuk berdarah dan menderita Covid-19,” kata Judha.

Kupang – Kabar meninggalnya salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) atas nama Hilarius Dua di Johor, Malaysia dibenarkan oleh Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Judha Nugraha. Kepada KatongNTT, Judha menjelaskan, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru menerima pengaduan dari almarhum pada 1 Agustus 2022.

“HD menderita sakit parah dan ingin segera dipulangkan ke Indonesia. Yang bersangkutan berstatus undocumented, tidak memiliki paspor dan tanpa izin tinggal,” jelas Judha.

KJRI Johor Bahru, kata Judha, lalu menindaklanjuti permintaan almarhum. Sehari setalah menerima pengaduan, KJRI menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan mengurus special pas (check out memo/COM) di Imigrasi Malaysia karena almarhum berstatus undocumented.

“Proses COM di Imigrasi Malaysia memakan waktu sekitar 10-14 hari,” kata Judha.

Selain itu, KJRI juga bekerja sama dengan komunitas untuk merujuk almarhum ke klinik guna pemeriksaan kesehatan dan surat keterangan dokter sebagai syarat perjalanan transportasi via laut maupun

Warga asal Kabupaten Flores Timur itu meninggal dunia sebelum special pas atau COM diterbitkan oleh otoritas Imigrasi Malaysia.

KatongNTT meralat berita tanggal 8 Agustus 2022 berjudul ‘PMI Asal NTT Meninggal di Samping KJRI Johor’ (PMI Asal NTT Meninggal di Samping KJRI Johor). Hilarius tidak meninggal di samping KJRI Johor Bahru namun di rumah tinggalnya di Segamat.

Informasi dari keluarga, almarhum sempat menginap di penginapan dekat KJRI Johor Bahru selama 5 hari untuk mengurus dokumen kepulangannya ke Indonesia. Sambil menunggu COM diterbitkan, almarhum dibawa kembali ke Segamat dan meninggal di sana.

“Yang bersangkutan meninggal karena penyakit batuk berdarah dan menderita Covid-19,” kata Judha.

Judha menjelaskan, saat ini KJRI tengah membantu pemulasaraan dan pengurusan pemakaman jenazah sesuai komunikasi dengan keluarga almarhum. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *