• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Kemarau di NTT Akhir Maret, Puncaknya Agustus 2022

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tangkapan layar prakiraan musim kemarau di NTT (Joe-KatongNTT)

Tangkapan layar prakiraan musim kemarau di NTT (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
153
VIEWS

Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memasuki musim kemarau pada akhir bulan Maret atau pada dasarian III. Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam rilis yang diterima KatongNTT pada Kamis (17/3/2022).

Tidak semua wilayah di NTT memasuki musim kemarau pada akhir Maret tahun ini. Sebagian besar wilayah di NTT akan memasuki kemarau pada bulan April tahun ini.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026


Sebanyak satu Zona Musim (ZOM) atau sebesar 4 persen ZOM yang diperkirarakan memasuki kemarau pada akhir Maret 2022 yakni ZOM 249 di Kabupaten Flores Timur. 96 persen ZOM atau 22 ZOM diperkirakan memasuki musim kemarau pada bulan April 2022.


Puncak musim kemarau di NTT diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2022. Wilayah di NTT tidak mengalami puncak musim kemarau secara bersamaan pada bulan Agustus. 87 persen ZOM atau 20 ZOM mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus. Sementara 3 ZOM atau 13 persen mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli.


BMKG memprakirakan satu ZOM di NTT mengalami hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya pada musim kemarau, yakni di wilayah Kabupaten Kupang. Ada 7 ZOM yang mengalami hujan di atas normal atau lebih basah dari normalnya dan 65 persen ZOM atau 15 ZOM yang memiliki sifat hujan normal atau mirip dengan normalnya.


“Waspada daerah yang memiliki sifat musim kemarau di bawah normal,” tulis BMKG dalam rilisnya.


Selanjutnya, prakiraan BMKG terhadap awal musim kemarau tahun 2022 di NTT terhadap normalnya, terdapat 1 ZOM atau 4 persen ZOM memasuki musim kemarau lebih cepat dari normal. 35 persen ZOM atau 8 ZOM memasuki musim kemarau mundur atau lebih lambat dan 14 ZOM memasuki musim kemarau sama dengan normalnya.


Kepala BMKG mengimbau Pemerintah Daerah dan masyarakat di daerah rawan karhulta untuk waspada menjelang dan saat puncak musim kemarau. Terutama bagi wilayah yang mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya.


“Pemerintah Daerah dan masyarakat di daerah yang rawan kekurangan air bersih diharapkan dapat melakukan penyimpanan air pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolom retensi dan penyimpanan air buatan lainnya,” jelas Dwikorita.


Dwikorita mengatakan, untuk menekan risiko penurunan hasil pada lahan sawah, maka pengelolaan air bagi kebutuhan pertanian harus dilakukan lebih hemat dan penggunaan varietas yang genjah dan toleran kekeringan.

Tags: #BMKG#musimkemarau#musimkemarauntt#puncakmusimkemarau
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati