• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Kemarau, Warga 3 Desa di Sikka Sisihkan Uang Ratusan Ribu Beli Air Tangki

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seorang-warga-di-Kecamatan-HewokloangKabupaten-Sikka-NTT-mengambil-air-dari-bak-tampung-air-tadah-hujan-Senin-.-24-Agustus-2021-siang. (Sun-Katongntt.com)

Seorang-warga-di-Kecamatan-HewokloangKabupaten-Sikka-NTT-mengambil-air-dari-bak-tampung-air-tadah-hujan-Senin-.-24-Agustus-2021-siang

0
SHARES
195
VIEWS

Warga 3 desa di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur kesulitan mengakses air bersih saat musim kemarau.

Mereka mengandalkan bak untuk menampung air hujan saat musim hujan untuk kebutuhan masak, mandi, dan mencuci pakaian.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Saat kemarau datang, warga harus menyisihkan uang untuk membeli air tangki dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per satu tangki dengan volume 5 ribu liter air.

Yoseph Ferdinandus Redo, Kepala Desa Hewokloang kepada KatongNTT pada Senin, 23 Agustus 202 mengatakan, di wilayah Kecamatan Hewokloang ada 2 sumber air tanah. Berdasarkan hasil survei air bisa mencukupi untuk kebutuhan warga di kecamatan itu.

Begitu juga sumber air tanah ada di Baomekot dan Welinwatu. Berdasarkan hasil survei, di musim kemarau masing-masing sumber air memiliki debit 15 liter per detik.

“Di zaman Pater Bolen, waktu kami masih kecil, tidak susah air. Di mana Pater Bolen pakai alat semacam pompa air. Tapi setelah alat itu rusak, kami menjadi kesulitan air dan harap air tadah hujan,” kata Yoseph.

Silvester Moa, Kepala Desa Kajowair mengatakan hampir seluruh desa di Kecamatan Hewokloang melalui Musrenbangdus, Musrenbangdes sampai Murenbang Kecamatan sudah berulangkali mengusulkan akses air terutama di musim kemarau. Namun pemerintah belum memprioritaskan permintaan mereka.

“Setiap Musrenbang, mulai dari dusun, desa sampai kecamatan, kami selalu usulkan. Tetapi belum mendapat perhatian prioritas dari pemerintah Kabupaten,” kata Silvester Moa.

Padahal wilayah Kecamatan Hewokloang adalah daerah pertanian dan perkebunan penghasil komoditi, seperti, vanili, kakao, cengkeh, kemiri, mente, pala, lada, bahkan marica dan komoditi lainnya.

Mulai Agus, sampai November setiap tahun, kami harus beli air tangki untuk bertahan hidup. Kalau yang tidak punya bak tampung terpaksa beli pakai jerigen dengan harga Rp 15 ribu per satu jerigen untuk 20 liter,” ujarnya.

Kepala Desa Wolomap, Marinus Moa, menegaskan kondisi bak tampung air hujan yang tidak steril serta berlumut diduga salah satu penyebab stunting dan gizi buruk.

“Saya bicara seperti ini karena belum ada pemerintah yang teliti air berlumut itu layak dikonsumsi atau tidak. Peneliti manapun belum pernah ada yang teliti kadar mineralnya,” kata Marinus dengan nada kesal.

Sebagai kepala wilayah di desa, dia sudah membangunkan bak tampung air tadah hujan kepada setiap kepala keluarga dengan sumber dana desa. Bahkan melalui program dari LSM yang masuk di desa.

“Setiap bulan, bahkan setiap minggu kami semua kepala desa di Kecamatan Hewokloang selalu bertemu dan membahas segala kendala di desa kami masing-masing. Termasuk masalah air ini,” kata Marinus.

Para kepala desa meminta agar pemerintah segera menanggapi usulan pembangunan akses air bersih di wilayah Kecamatan Hewokloang. Selain itu meminta Pemerintah Kabupaten Sikka agar meneliti mineral dari air hujan yang sudah berlumut yang selama ini dikonsumsi masyarakat.(Sun)

Tags: #Airbersih#Airtangki#Kabupatensikka#Kemarau#Kepaladesa
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati