• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Napak Tilas Kematian Adelina Sau, Ini Harapan Sang Ibu

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 4 mins read
A A
0
0
SHARES
595
VIEWS

Yohana Banunaek masih mengingat dengan jernih saat menerima kabar kematian anak perempuannya, Adelina Sau sekitar 3 tahun lalu. Sebenarnya, dia sudah lama berharap kabar dari anaknya yang meninggalkan rumah untuk mengubah nasibnya.

Yohana rindu mendengarkan cerita indah dari Adelina Sau yang bekerja beribu kilometer dari rumahnya di Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  

BacaJuga

Gubernur NTT Melki Laka Lena membacakan Deklarasi Bersama Pencegahan dan Pemberantasan Penempatan PMI Ilegal dan TPPO di aula kantor Gubernur NTT, Rabu, 06 Agustus 2025. (Riandi Kore/KatongNTT)

Cegah TPPO di NTT: Deklarasi Bersama, Migrant Centre, dan Desa Migran Emas

8 Agustus 2025
Ilustrasi kapal nelayan rusak diterpa badai. (Dok. KatongNTT.com)

Memberangus Penyelundupan Manusia : Sindikat Manfaatkan Celah dan Perluas Area Operasi

6 September 2025

Di satu hari Minggu, Yohana mendengar telepon selulernya berbunyi. Suara seorang pria memperkenalkan diri sebagai Pendeta Isak Laa dan mencari dirinya.  Pendeta Isak menyampaikan kabar tentang seorang perempuan benama Adelina Lisao yang sebenarnya adalah Adelina Sau.

Kabar itu adalah kabar pertama yang ditunggu-tunggu Yohana. Adelina keluar dari rumah keluarganya pada tahun 2015. Saat itu Adelina memang beberapa kali diminta untuk menjadi pekerja migran. Namun orang tuanya tidak mengizinkan.

Adelina lalu berangkat ke Kupang saat Ibunya tidak berada di rumah. “Saat itu saya berada di sawah,” kata Yohana mengenang saat anaknya berangkat. Ayahnya, Marten Sau saat itu berada di rumah namun tidak mengetahui kemana Adelina akan pergi.

“Saat itu dari atas motor Adelina berkata bahwa dia pergi dan tidak akan kembali. Saya tidak punya pikiran negatif, saya hanya berpikir dia akan menikah,” kata Marten.

Yohana tidak mampu berkata-kata lagi saat Pendeta Isak menyampaikan anaknya meninggal di Malaysia. Suara di balik telepon itu tidak dijawab lagi. Dia berurai air mata menerima kabar yang tak disangka itu. Kabar pertama dan terakhir dari anak perempuannya.

Adelina meninggal di Malaysia pada 11 Februari 2018 atau 3 tahun setelah ia meninggalkan rumah orang tuanya.

https://youtu.be/2Uj1NHRsFBY

Sudah  3 tahun 8 bulan sejak kematian Adelina ketika KatongNTT.com  menemui orang tua Adelina Sau di rumahnya. Tepatnya  pada Selasa, 9 November 2021 siang di kediaman mereka.

Dalam perjalanan menuju rumah orang tua Adelina Sau, KatongNTT.com bertemu Uri Sole, supir ojek yang mengetahui tentang peristiwa kematian perempuan itu dan memberikan bantuan kepada KatongNTT.com untuk menemukan makam Adelina Sau dan rumah orang tuanya.

 Setelah melewati jembatan kayu dan jalan aspal yang berlobang di sana sini, kami tiba di Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur. Kami berbelok melalui jalan sirtu menuju Desa Abi. Sekitar 2 kilometer melalui jalanan sirtu untuk tiba di makam Adelina.

Yohana kemudian menuturkan bahwa dia  tidak pergi ke kebun hari itu. Sehingga pertemuan itu dapat dilanjutkan dengan wawancara seputar peristiwa Adelina Sau.

“Bapak tadi mau ke kebun, tapi tiba-tiba tidak jadi. Mungkin ini jalan Tuhan untuk kita bisa bertemu,” kata Yohana.

Sambil mengunyah sirih pinang, Yohana berkata, kepergiaan Adelina meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga. Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Adelina dikenal anak yang rajin dan penurut.

Adelina selalu membantu orang tua untuk menyelesaikan pekerjaan di ladang maupun di sawah. Kata Yohana, Adelina anak pendiam yang selalu bekerja tanpa harus disuruh. Dia tidak pernah membantah perkataan orang tuanya.

“Dia kalau kerja itu tenang, belum pernah sekalipun kita nasehati lalu dia membantah. Tidak pernah,” kata Yohana dalam bahasa daerah.

Hampir empat tahun Adelina meninggal di Malaysia, namun bagi Yohana, Adelina tetap ada di lubuk hatinya. Bahkan Yohana sering bermimpi bertemu Adelina.

“Saya terus melihat wajah Adelina setiap kali tidur. Meski sudah tidak ada di dunia yang sama, tapi Adelina tidak jauh dari saya. Adelian ada di hati saya,” ujar Yohana berderai air mata.

Penderitaan Adelina meninggal karena disiksa, meninggalkan luka yang begitu dalam bagi orang tuanya. Yohana tidak mau melihat video saat anaknya dipukul dan ditendang. Dia meminta video dimatikan karena tidak tega melihat anaknya diperlakukan seperti itu.

Yohana akan mengiklaskan kepergiaan anaknya andaikata disebabkan menderita sakit. Namun penyiksaan itu, menggoreskan luka yang teramat dalam bagi keluarga.

Yohana meminta penyiksa anaknya itu diberikan hukuman yang setimpal. Gigi ganti gigi. Majikan Adelina harus dihukum mati.

“Saya punya anak mati dan saya tidak bisa lihat dia lagi, majikan itu juga harus (dihukum) mati. saya punya anak meninggal tapi majikan itu masih bisa bebas. Dia bisa senang-senang, tapi saya susah,” kata Yohana.

Dia menjelaskan, keluarga meminta agar pelaku dihukum mati. Perbuatan majikan Adelina Sau di Penang, Malaysia dinilai sudah sangat tidak manusiawi dengan membiarkan anak mereka tidak makan lebih dari sebulan lalu tidur dengan anjing.

“Hukum mati biar kami juga puas. Anak kami meninggal tapi majikan bisa bebas. Kenapa dia bisa bebas?,” tegas Yohana Banunaek. (Joe)

Tags: #AdelinaSau#Malaysia#YohanaBanunaekPekerjamigranIndonesia
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Gubernur NTT Melki Laka Lena membacakan Deklarasi Bersama Pencegahan dan Pemberantasan Penempatan PMI Ilegal dan TPPO di aula kantor Gubernur NTT, Rabu, 06 Agustus 2025. (Riandi Kore/KatongNTT)

Cegah TPPO di NTT: Deklarasi Bersama, Migrant Centre, dan Desa Migran Emas

by Rita Hasugian
8 Agustus 2025
0

Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dan Tindak...

Ilustrasi kapal nelayan rusak diterpa badai. (Dok. KatongNTT.com)

Memberangus Penyelundupan Manusia : Sindikat Manfaatkan Celah dan Perluas Area Operasi

by Rita Hasugian
6 September 2025
0

Pengantar: Kejahatan penyelundupan manusia (people smuggling) di Provinsi Nusa Tenggara Timur teridentifikasi marak sejak tahun 2000-an. Kejahatan ini telah melibatkan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati