• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Nasib 7 ABK Indonesia Hilang Belum Jelas, Agen Klaim Asuransi

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Surat Kesepakatan Penyelesaian atas 7 ABK Indonesia yang hilang di Laut Mauritius Afrika (Katongntt)

Surat Kesepakatan Penyelesaian atas 7 ABK Indonesia yang hilang di Laut Mauritius Afrika (Katongntt)

0
SHARES
560
VIEWS

Kupang– Orangtua 2 dari 7 ABK yang hilang di laut Mauritius, Afrika diminta menandatangani surat pembayaran klaim asuransi dan uang santunan belasungkawa.

Tuntutan kedua orangtua 2 ABK tentang di mana anak mereka saat ini dan kenapa dinyatakan hilang, tidak mendapat jawaban yang jelas.

BacaJuga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026
Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

27 Desember 2025

Dalam surat bertajuk Kesepakatan Penyelesaian yang dikirim PT Lumbung Artha Segara ke Gabriel Unu Tunabenani, orangtua ABK bernama Petrus Crisologus Tunabenani disebutkan Petrus pemilik Paspor C2272490 hilang di pelabuhan.

Surat dengan dua versi bahasa, Cina dan Indonesia dan tanpa kop surat menyebutkan, pihak PT Lumbung Artha Segara, Pemilik Kapal Wei Fa Fishery CO, LTD Xu Jiazhen, dan Petrus Crisologus Tunabenani dan Gabriel Ulu Tuanbenani sebagai ahli waris telah tercapai penyelesaian.

Penyelesaian itu adalah pembayaran klaim asuransi sebesar Rp 250 juta atau 50 persen dari klaim yang seharusnya. Ini terjadi karena Petrus terlibat tindakan kriminal.

Kemudian, pemilik kapal memberikan uang santunan belasungkawa kepada anggota keluarga awal kapal sebesar US$ 6.000, gaji awak kapal telah dibayarkan.

“Atas hilangnya awal kapal, kasus ini dinyatakan telah selesai melalui musyawarah dan mufakat, tidak ada tuntutan di kemudian hari kepada perusahaan perantara Indonesia dan Taiwan, dan tidak ada lagi hubungan lainnya,” begitu isi surat tersebut yang diperoleh KatongNTT, Rabu, 12 Januari 2022.

Direktur Utama PT Lumbung Artha Segara, Darmanto membenarkan surat Kesepakatan Penyelesaian yang dikirimkan kepada orangtua ABK Petrus yang hilang di Laut Mauritius, Afrika.

Lumbung merupakan agen perekrut Petrus sebagai ABK untuk kapal pencari ikan.

Menurutnya, surat itu dibuat sebagai hasil pembicaraan grup Whatsapp yang didalamnya ada perwakilan Kementerian Luar Negeri, Dinas Tenaga Kerja, dan keluarga 7 ABK yang hilang.

“Langkah-langkah dari perusahaan utk mengurus asuransi. Selama sekitar 6-8 bulan mengurus asuransi ABK. bukan saya saja, tapi ada 4-5 perusahaan,” kata Darmanto melalui pembicaraan telepon dengan KatongNTT, 12 Januari 2022.

Meski dia mengaku belum menerima pengumumam resmi pemerintah tentang nasib 7 ABK Indonesia yang hilang di Laut Mauritius pada 26 Februari 2021.

Darmanto menjelaskan berdasarkan informasi ABK lainnya, peristiwa 7 ABK Indonesia hilang berawal dari pesta perpisahan Petrus. Masa kontrak kerja Petrus sudah berakhir dan segera pulang ke Indonesia.Bahkan Petrus sudah memegang tiket pesawat untuk pulang.

Dia (Petrus) telepon ke saya kasih kabar. tiket sudah turun. Saya nasehati dia jangan macam-macam dan kamu sudah putus kontrak. selang beberapa waktu dia kumpul dengan teman-temannya, party. Nah dia berantam dengan ABK Vietnam,” ujar Darmanto.

Saat mereka berpesta, kapal sedang bersandar. Saat pertengkaran memanas, kapal yang sedang sandar dilepas. Menurut Darmanto, kapal berpindah ke arah dermaga. Hari sudah malam. Setelah itu, ke 7 ABK Indonesia itu tidak ditemukan saat polisi Mauritius mencari mereka.

Sedangkan ABK Vietnam, mandor, dan kapten kapal ditemukan dan saat ini mereka dalam status tahanan aparat hukum Mauritius.

Darmanto membenarkan, dia menerima foto wajah Petrus berdarah bekas bacokan ABK Vietnam di hari saat perkelahan terjadi. Foto itu dikirim Petrus ke dirinya.

Wajah ABK Indonesia Petrus Crisologus Tunabenani berdarah bekas sabetan ABK Vietnam saat terjadi perkelahian di perairan Mauritius, Afrika, 26 Februari 2021. (KatongNTT)

“11 bulan tidak ada kabar,” tuturnya.

KatongNTT yang mengirim pesan ke nomor Whatsapp Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri, belum mendapat jawaban.

Gabriel Ulu tetap berharap pemerintah memberitahu tentang keberadaan anaknya yang sudah 11 bulan dinyatakan hilang. Sehingga saat surat Kesepatan Penyelesaian yang dikirim PT Lumbung Artha Segara diterimanya pada awal September 2021, dia tolak untuk diteken.

“Sejak awal September saya terima dan bertahan tidak mau tandatangan.Mereka telepon saya dan kejar terus kami untuk teken segera surat. Tapi saya tolak. Kemudian mereka bujuk terus,” kata Gabriel.

“Saya katakan ke mereka saya tidak mau tandatangan kalau anak saya tidak ada. Mereka minta segera tandatangan karena klaim asuransi ada batas waktunya,” ujarnya. Gabriel terpaksa tandatangan karena 6 ABK lainnya sudah lebih dulu. (Redaksi)

Tags: #7ABKHilang#ABKIndonesia#Klaimasuransi#Mauritius
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

by Rita Hasugian
27 Desember 2025
0

Kupang – Marselinus Seke menahan rasa sakit pada kedua kakinya yang bengkak setiap kali melangkah. Kulit kakinya melepuh,  mengeluarkan cairan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati