Peringatan Dini, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah NTT

Wilayah NTT diprakirakan mengalami hujan yang dapat diserta petir dan angin kencang berdurasi singkat. Hanya 1 Kabupaten yang tidak masuk kategori waspada

Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/2/2022). Wilayah NTT diprakirakan mengalami hujan yang dapat diserta petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Dalam laman resmi bmkg.go.id, hanya satu Kabupaten saja di NTT yang tidak masuk dalam kategori waspada yakni Kabupaten Nagekeo. Sisanya, 21 Kabupaten dan Kota di NTT berada pada kategori waspada.

Kabupaten Nagekeo diprakirakan mengalami hujan sedang pada siang hari dan hujan ringan di malam dan dini hari. Pada pagi hari, cuaca di Kabupeten tersebut berawan.

14 daerah di NTT berpotensi terjadi hujan disertai petir pada siang hari. Daerah tersebut yakni Kabupaten Belu, Kabupaten Ngada, Malaka, Manggarai Timur, TTU, Manggarai Barat dan  Manggarai. Selanjutnya, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, TTS, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.

Saat malam hari, 3 daerah berpotensi terjadi hujan petir yakni Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Kabupaten Manggarai Barat berpotensi terjadi hujan disertai petir pada dini hari nanti.

Suhu di wilayah NTT berkisar antara 17 – 31 derajat celsius. Tingkat kelembapan antara 70 – 95 persen.

Warga diminta tetap waspada, terutama pada kondisi hujan disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, , tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin dan sambaran petir.

BMKG juga mengeluarkan prakiraan cuaca perairan di NTT. Prakiraan berlaku selama 12 jam untuk 6 Februari 2022 pukul 08.00 WITA – 20.00 WITA.

Umumnya, tinggi gelombang di perairan NTT rendah yakni ketinggian gelombang 0,5 – 1,25 meter. Tinggi gelombang yang perlu diwaspadai yakni di perairan Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu bagian selata, Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu. Lalu perairan selatan Kupang,-Rote dan Samudera Hindia selatan Kupang Rote. Di wilayah periaran ini, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,25 – 2 meter.

Tinggi gelombang ini beresiko tinggi terhadap perahu nelayan dan juga kapal tongkang. Angin bertiup dari arah Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan 2 – 5 skala Beaufort. (K-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *