Kupang – Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT resmi menjadi bank devisa sehingga dapat melayani transaksi mata uang asing.
Direktur Utama Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho, mengatakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT menjadi potensi bisnis bagi Bank NTT sebagai bank devisa.
Baca juga : 11 Kantor Bank NTT Resmi Layani Transaksi Valuta Asing
Menurut dia, PMI asal NTT terutama yang bekerja secara non prosedural di luar memang menjadi tantangan bagi daerah karena berisiko.
“Tantangan juga dan potensi juga, selama ini NTT dikenal sebagai provinsi penyumbang pekerja migran ilegal,” tukas Alex Senin 4 Agustus 2023 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT.
Keberadaan PMI di luar negeri yang menjadi potensi ini akan dikelola dengan baik remitansinya bila melalui Bank NTT.
Baca juga : Bank Jadi Penentu Jaminan Kredit dari Tenun NTT
“Dengan berbagai pihak kami juga melihat ini sebagai suatu potensi untuk dikembangkan sebagai tata kelola dengan baik,” lanjutnya.
Pelayanan valuta asing dapat dilakukan di Kantor Cabang Utama Kota Kupang, Kantor Cabang Khusus, Kantor Cabang Atambua, Kantor Cabang Rote, Kantor Cabang Maumere, Kantor Cabang Ende, Kantor Cabang Bajawa, Kantor Cabang Labuan Bajo, Kantor Cabang Waingapu, Kantor Cabang Waitabula dan Kantor Cabang Kalabahi.
Sedangkan untuk layanan money changer telah beroperasi di 3 kantor cabang Bank NTT sejak 26 April 2019 yaitu pada Kantor Cabang Atambua, Kantor Cabang Pembantu Nemberala dan Kantor Cabang Labuan Bajo.
“Secara transaksi valas di unit-unit money changer kita juga mengalami peningkatan transaksi maupun profit,” kata Alex.
Baca juga : Permintaan Dewan Koperasi NTT Soal Pengawasan OJK
Kepala OJK NTT, Japarmen Manalu, menyebut belum banyak BPD yang bertransaksi valas. Saat ini yang ada, kata dia, seperti Bank Sumut, Bank Jatim, Jateng, Bank Bali, Bank Sulselbar dan Bank Kaltim
Ia ingin Bank NTT mempunyai manajemen risiko salah kelola dalam transaksi valas dan saat ini sudah ada alat atau sistem memitigasi risiko tersebut.
“Tingkat kesehatannya minimal PK 2, itu salah satunya dan modalnya Rp 2 triliun. Sudah terpenuhi semua,” kata dia. ****




